Jumat, 17 Juli 2015

Motivasi di pagi hari

     Selama ini saya berjalan dalam kehidupan ini terkadang saya merasakan berjalan sendirian, seakan-akan tidak ada seorangpun yang membantu padahal saya mempunyai banyak teman dan mereka siap kapan saja membantu saya. Tetapi entah mengapa saya rasanya enggan untuk meminta bantuan mereka, dan lebih baik berjalan dengan jalan saya sendiri, dan ini terkadang membuat saya rentan dalam hal putus asa.
 
     Dan disaat putus asa, terkadang saya berfikir apa hal baik yang seharusnya saya lakukan. Apa yang mesti saya lakukan setelah ini. Terkadang saya sering lebih memilih untuk berpihak kepada depresi saya daripada move on-nya.

      Tetapi itu dulu, sewaktu saya masih SMA. Sekarang saya sudah dapat dengan mudah move on dari kehidupan. Dan cara saya keluar dari masa depresi cukup gampang, yaitu dengan kekuatan pikiran, dengan cara mengubah mindset kita, yang awalnya negatif menjadi positif dengan cara mesugestikan diri kita sendiri. Cara mensugesti diri sayapun gampang, ketika saya depresi, saya selalu ingat dengan orang lain diluar sana, yang sedang disiksa, terkadang tidak dapat makanan dan kelaparan. Saya selalu ingat bahwa depresi saya ini hanyalah hal yang biasa, dibawah saya pasti ada seseorang yang lebih tersiksa hidupnya, pasti ada seseorang yang lebih jelek dari kita, pasti ada orang yang lebih tersiksa dari kita. Pasti ada.

     Dan itulah yang biasanya saya lakukan, dan sugesti yang saya lakukan ini sampai sekarang masih work. Saya berhasil keluar dari berbagai masa depresi yang berat dan menyulitkan.

     Bagaimana?

     Kalau kau tidak bisa berjalan sendiri, dan merasa sulit dalam menjalaninya, cobalah untuk berjuang demi seseorang yang menurutmu berhak untuk kau perjuangkan. Cobalah ingat dengan orang itu, bayangkan ia didepan pikiranmu, dan perjuangkan apa yang menurutmu benar. Karena sebenarnya ketika orang berusaha mengejar sesuatu yang menurutnya penting, ia pasti akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Layaknya seorang ayah yang berumah tangga, demi keluarganya ia rela bekerja banting tulang demi menghasilkan uang. Maka jadikanlah dirimu juga seperti itu. Perjuangkanlah apa yang menurutmu benar. Find what you love, and let it kill you.

  

Senin, 13 Juli 2015

Mtv telah mati !

   Akhir-akhir ini saya banyak menonton dikarenakan libur yang berkepanjangan dan saya tidak tahu harus melakukan apa. Sehingga saya putuskan untuk menonton sebagai sarana penghapus rasa bosan saya. Saya menonton mulai dari film horror (insidious 3 udah keluar), nonton film politik seperti the ghost writter, anime, sampai acara tv seperti mtv. Karena saya tipenya mudah bosan. Tidak mungkin straight menonton film yang satu genre meluluk haha.. sehingga kalau saya menonton sesuatu pasti ganti-ganti genre. Kalau tadinya horror nantinya pasti berubah jadi genre film dokumentasi dan seterusnya.

   Dan dari semua hal yang saya tonton selama seminggu belakangan ini yang paling membuat saya heran adalah acara tv mtv. Kenapa saya heran? Karena mtv sekarang sudah kehilangan kreativitasnya. Lagu yang diputar hanya begitu-begitu saja. Kalau tidak lagu cengeng pasti lagu ostnya fast forious 7. Keresahan saya menambah ketika melihat iklannya yang berisikan promo boyband dan girband yang menjijikan ditambah dengan seorang kulit hitam (saya sensor namanya) yang sudah nyanyiannya lagu cengeng, editannya keras ditambah tingkah lakunya yang kayak orang banci!. Saya resah setelah melihat hal ini dan membuat saya langsung  ganti channel ke channel lainnya yang lebih bagus.

    just curhat. Sewaktu saya masih smp. Pada waktu itu saya ingat betul mtv masih memutar lagu-lagu berkualitas seperti west life, greenday atau nirvana. Karena saking bagusnya acara tv mtv waktu itu saya sampai rela pulang cepet-cepet dari sekolah hanya demi menonton mtv saja atau saya rela meninggalkan pr saya hanya demi meluangkan waktu mendengarkan lagu di mtv.

     Dari mtvlah saya banyak menemukan band-band berkualitas dan penyanyi papan atas yang menganggumkan seperti nirvana, slipknot, michael jackson dan masih banyak lagi. Tapi sekarang kalau saya melihat acara mtv ditelevisi entah mengapa saya merasa jijik ketika melihatnya. Semua orang yang bernyanyi di sana seperti live sing, kebanyakan meniru dan tipe lagunya hanya bergenre pop atau bergenre lagu galau/cengeng. Band-band punk pun yang ditayangkan disana sudah kehilangan jiwanya. Punk yang seharusnya digunakan untuk melawan hal yang tidak adil malah sekarang menyanyikan lagu galau/cengeng.

   Saya jadi terigat lagu superman is dead yang judulnya punk hari ini. Dimana lagu ini menceritakan tentang band punk sekarang yang sudah kehilangan kreatifitasnya dan identitasnya.

   Saya juga jadi teringat coment-coment orang di video smels like tean spiritnya nirvana yang berada di youtube. Dimana kebanyakan orang disana curhat dan berkata bahwa musik sekarang " suck ". Mereka bahkan berani bela-belain bahwa lagu-lagu sebelum tahun 2012 itu berkualitas dan bagus. Pokoknya di video nirvana ini semua orang mengejek-ngejek lagu jaman sekarang. Ada yang bilang gk kreatiflah, ada yang bilang genrenya terlalu monoton lah (genrenya lagu galau saja), sampai ada yang mengatakan bahwa ia menyesal lahir digenerasi sekarang ini karena lagu yang suck dizaman sekarang. Ia maunya dilahirkan dizaman dahulu. Dimana lagu-lagu seperti nirvana, quenn atau lagu seperti the beatles masih ada dan masih onfire waktu itu.

   Jika kulihat dunia sekarang aku sering merasa kecewa. Banyak orang yang saya lihat tidak menjadi dirinya sendiri. Banyak yang membohongi dirinya sendiri dan memakai baju dan jas keren hanya agar teman-temannya memujinya. Ada juga yang rela mabuk-mabukkan agar diterima dalam pergaulan.

   Music sekarang terlihat sangat monoton. Genrenya begitu-begitu saja. Kalau tidak galau pasti pop. Kalau tidak lagu pop lagu dugem. Semua genre-genre lainnya seperti rock, metal, punk sirna tertelan dunia... kemana perginya mereka semua?...
Aku merindukan mtv yang dahulu.. dan perasaan ini membunuhku.

Jumat, 10 Juli 2015

panas, macet, egoisme, dan global warning

  Setiap saya jalan-jalan ke daerah kota ditempat saya hal lumrah yang biasanya terjadi adalah pemandangan macetnya. Yang terkadang sering membuat saya stress ketika menghadapinya. Ditambah lagi dengan panasnya udara di kota, lengkap sudah penderitaan saya yang menyukai jalan-jalan menggunakan sepeda motor.

  Biasanya kalau sudah suasana macet gini orang-orang pasti stress dan mereka melakukan segala cara untuk keluar dari kemacetan ini. Egonya keluar. Dan jika situasi ini terjadi saya harus banyak mengalahnya, banyak banyak tarik napas karena kalau saya ikut mengamuk maka situasi akan semakin panas dan pasti berakhir konflik. Karena saya juga orangnya paling males menangani yang namanya " bertengkar ", jadi lebih baik saya diam-diam saja kalau sudah kondisi macet gini, jadi orang kalem gitulah.
  
   Akhir-akhir ini saya banyak tertarik dengan yang namanya " Global warning ", saya membaca segala hal yang berkaitan dengan hal bernama global warning ini, mulai dari artikel, koran, sampai film. Saya merasa tertarik dengan global warming ini dimulai dari sebuah film yang judulnya an invenciement truth yang saya tonton sebulan yang lalu. Film ini menceritakan tentang seseorang yang mempresentasikan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan global warning, baik dampak sampai cara menanggulanginya. Filmnya memang agak membosankan kalau kita tonton, karena alurnya hanya seperti itu saja dan filmnya hanya membahas tentang teori saja, sehingga jokesnya tidak ada. Tetapi overall filmnya keren.

   Kenapa saya membuat judul panes, macet, egoisme, dan global warning? karena semua hal ini saling berkaitan. Tanpa adanya egoisme, pasti macet itu tidak akan ada, dan tanpa ada macet maka panas dan global warning pun bisa teratasi. Jika macet ada, otomatis ego itu pasti ada, dan seterusnya. 

   Dulu waktu saya kecil saya sering heran melihat tayangan ditelevisi yang memberitakan tentang kemacetan di Jakarta. Saya yang awalnya masih polos dulu sering berfikir, " kenapa orang itu stress ya waktu kena macet? " tetapi sekarang akhirnya mulai menyadari bahwa macet itu suck .. Tetapi walaupun begitu disisi lain saya juga belajar sabar darinya. Jadi vice versa. Semua saling berkaitan, baik panas, macet, egoisme, dan global warning.

Rabu, 01 Juli 2015

Film an inconvenient truth

   Kemarin saya menonton film an inconvenient truth yang menceritakan tentang Pemanasan Global. Dimana penyampaian tentang Pemanasan Globalnya disampaikan melalui sebuah persentasi yang dihadiri banyak orang dan disampaikan oleh seorang pria bernama Al Gore. Film ini menjelaskan secara detail tentang permasalahan Pemanasan Global, mulai dari penyebab Pemanasan Global, Apa dampaknya bagi lingkungan, sampai cara mencegahnya.


riaus.org.au


   Ovelall filmnya bagus, inti dan maknanya mengena walaupun kalau kita tonton sedikit membosankan dikarenakan terlalu banyak teori, tetapi kalau kita menontonnya sampai akhir, kita akan tersentuh sekaligus sedikit ketakutan dikarenakan efek pemanasan global yang Al Gore sampaikan. Yang terpenting dari film ini bukanlah tentang dampak dan krisis yang disebabkan oleh Pemanasan Global, tetapi mereka juga menyajikan cara-cara yang bisa kita tempuh untuk mencegah Pemanasan Global yang merupakan bagian penting dari film ini. Yang pasti filmnya keren, kalian harus menontonnya :)

Kemerataan bukan KEMAJUAN

   Tadi, tepatnya hari ini saya membaca ulang tulisan-tulisan yang saya buat selama SMA, saya membacanya secara tidak sengaja disaat saya membersihkan kamar saya. Saya membaca tulisan itu kembali, dan menyimaknya secara perlahan-lahan. Tulisannya bermacam-macam, ada yang berisikan tentang curhatan saya, ada yang berisikan catatan tentang quotes, sampai sinopsis novel yang pernah saya buat saat masih menginjak masa putih abu-abu. Dan diantara itu semua ada suatu quotes yang menyentuh saya, dan itu adalah quotes dari B.J Habibie dimana quotes itu berbunyi : " Sekarang bukan lagi ngomongin pertumbuhan tapi pemerataan ". Saya memerhatikan lagi quotes itu sekali lagi, memandangnya dengan teliti dan seksama. Setelah selesai dan puas saya pun melanjutkan membaca catatan saya yang lain. Tetapi entah mengapa quotes itu sungguh mengena dalam perasaan saya. Sayapun memutuskan untuk memikirkan quotes itu dan memutuskan untuk menulis pemikiran saya di blog ini :)


quotes B.J Habibie


    Saya bukanlah orang yang pintar dalam hal perhukuman dan sosial, tetapi saya berani bilang bahwa Indonesia sekarang terlalu memikirkan pertumbuhan dibandingkan pemerataannya, sehingga banyak keungan negara/APBD yang tercecer secara sia-sia, banyak dana yang digunakan untuk hal yang sia-sia dan tidak berguna, dana yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan bersama malah digunakan untuk berfoya-foya oleh petinggi kita, dana lainnya malah tidak kena sasaran yang pas dan malah dananya berlari untuk para konglomerat diluar sana, beberapa dana lainnya malah digunakan untuk mendirikan gedung-gedung tinggi yang tidak berguna bukannya untuk membangun sekolah, jalan, dll. Sehingga kalau kita lihat kebijakan pemerintah sekarang seakan-akan tidak tepat sasaran, dan malah tidak ada gunanya sama sekali.

    Ditempat saya, Di Bali, kalau anda pernah bermain kesini, anda akan melihat betapa banyaknya hotel didaerah kotanya. Hotel ada dimana-mana, disamping pesisir pantai, di samping mall, bahkan sampai diplosok-plosok gang yang sangat sempit. Dimana kian hari kian bertambah saja deretan bangunan ini, mereka layaknya jamur yang terus beranak dimana-mana dan tidak pernah berhenti. Ada oknum yang sudah berusaha untuk menghentikannya baik dalam bentuk kritikan sampai demo, tetapi pemerintah tetap saja cuek dan memalingkan mukanya dari kenyataan. Sehingga bangunan ini terus saja berkembang biak dimana-mana dan membuat tempat tinggalku ini semakin sumpek saja. Terkadang saya sebel juga keadaan ini.

  Saya tau Indonesia masih didikte sebagai negara berkembang dari dahulu. Dari semasih saya SD juga keadaannya masih seperti ini, dimana Indonesia masih dikatakan " Negara berkembang ". Buku-buku sejarah juga masih menulisnya seperti itu, dan saya tahu sekarang Indonesia lagi berjuang untuk merubah kata itu menjadi Negara Maju. Tetapi untuk apa kita menjadi Negara Maju kalau dalam mendapatkannya kita harus mengorbankan budaya kita, membuat kemiskinan semakin merajalela, dan membiarkan orang menderita? Oleh karena itu kita memerlukan pemerataan ini, bukan hanya untuk saya, tetapi untuk kita semua, karena ketika kita sudah sejahtera dan rakyat sudah nyaman dengan pemerintahannya, maka otomatis mereka akan berusaha membangun negara ini menjadi lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya..
 


Senin, 15 Juni 2015

Busuk

Busuk

derita sudah matang bung.
bahkan busuk.
tetap di telan?


- Wiji Thukul

Jumat, 12 Juni 2015

Tentang jalan-jalan kemarin

   Akhir-akhir ini saya banyak mengalami banyak hal baru yang sampai sekarang tidak pernah hilang dalam ingatan saya, dan untung saja masih membekas dalam ingatan saya. Hal baru itu saya alami selama saya jalan-jalan di Yogyakarta dalam rangka mengikuti tes tulis di UGM, dimana sebelum saya tes saya banyak mengunjungi tempat, dan mecicipi beberapa makanan kuliner di daerah sana bersama teman saya. Bukan hanya itu, saya juga bertemu dengan teman-teman sefakultas saya yang nantinya akan menjadi teman belajar saya selama menempuh ilmu di UGM.

    Tetapi diantara semua pengalaman baru yang saya alami, ada hal unik yang saya temukan selama penerbangan saya dari Bali menuju Jogjakarta dengan pesawat terbang, dimana selama penerbangan itu saya duduk dengan seorang bapak-bapak, dimana ia berdiskusi tentang permasalahan yang dalam dan berbau idealisme, apalagi kalau bukan tentang permasalahan Indonesia. Saya pun asik mendengarkan pembicaraan bapak ini dengan temannya, saya berdiam diri saja sambil menatap jendela pesawat. 


     Bapak itu berdiskusi dengan banyak hal, sehingga saya tidak bisa menceritakan semuanya disini (karena banyak banget..), jadi saya simpulkan saja inti-inti pembicaraannya. Jadi sebenarnya bapak ini adalah seorang aktivis sedari muda, bahkan sampai sekarang masih menjadi aktivis. Ia blak-blakan saja secara jujur menceritakan tentang kisah hidupnya menjadi seorang aktivis, ia bercerita tentang kekesalannya tentang keadaan Indonesia sekarang yang semakin tidak ada arah kendalinya (semakin semberawut). Ia bercerita tentang bagaimana pasifnya masyarakat Indonesia sekarang tentang negaranya sendiri.  Ia bercerita banyak sekali permasalahannya, mulai dari pemimpin kita (yang katanya tidak becus sama sekali), sampai UUD ia salahkan


    Ia juga bercerita tentang pengalamannya sebagai seorang aktivis, ia menceritakan apa tujuannya ke Yogyakarta. Dimana ia bercerita bahwa ia ke Jogjakarta bertujuan untuk mencari bibit anak muda yang idealis untuk diajak berdemostrasi. Ia sudah puas melihat keadaan Bali yang masih terjaga keamanannya, jadi ia sekarang pergi ke Jogjakarta demi mencari bibit-bibit baru untuk diajak melawan pemerintahan. Ia juga bercerita tentang hal-hal yang menurutku privasi, seperti bagaimana ia berjuang selama ini, apa yang ia korbankan, dan banyak lagi.. Pokoknya banyak dah cerita yang ia ceritakan, saya malas menceritakan semuanya.. haha.. Tetapi dari lagak ia berbicara dan intonasi suaranya, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa bapak ini benar-benar serius dan jujur dalam membicarakan permasalahan ini. Ia tidak tidak setengah hati atau berbohong sama sekali. Ia benar-benar ikhlas dan bersemangat dalam membicarakannya.


    Setelah sampai di Bali, saya-pun bertemu dengan saudara saya yang bercakap-cakap tentang masalah kemiskinan yang terjadi sekarang, yang semakin parah dan parah kepada keluargaku. Aku hanya menyimak saja, karena itu memang keahlianku (haha.. ._. ). banyak hal yang ia bicarakan, sama seperti bapak yang kuceritakan sebelumnya, ia berbicara dengan jujur dan bersemangat, tidak ada kata bohong yang kudengar dari pembicaraannya.. ia berbicara tentang kebenaran dengan ikhlas.



Gudeg Jogja

     Apakah ini kebetulan? dimana disaat saya mendengar pembicaraan seseorang yang saya selalu dengar hanya masalah politik dan permasalahan negeri ini? Apakah hanya saya sendiri saja ya yang mendengar pembicaraan ini terus menerus?


     Saya rasa tidak. Tidak sama sekali. Akhir-akhir ini juga saya banyak menerima curhat dari seorang teman, ia seorang idealis, ia juga bercerita banyak tentang permasalahan Indonesia. Ia dengan semangat bercerita kepada saya, begitu juga saya, bersemangat mendengarkan perkataannya yang terkadang terlalu mendalam. Saya juga terkadang ketika ngobrol-ngobrol atau sekedar ngomong ringan dengan sekelompok bapak-bapak, selalu saja ada yang menyahut sebuah topik yang bernuansa politik dan permasalahan negeri ini. 


    Apakah ini hanyalah kebetulan belaka? dimana ketika saya naik pesawat, naik bis, bahkan cuma sekedar ngobrol ringan, tiba-tiba bertemu dengan seorang yang idealis dan bercerita tentang permasalahan Indonesia? Saya rasa tidak. Saya rasa memang permasalahan Indonesia sekarang semakin susah untuk disembunyikan lagi. Semua orang yang berada di bawah semakin susah untuk menahan perasaannya yang sudah tidak bisa dipendam lagi. Hidup semakin keras mereka rasakan, sedangkan mereka yang diatas, kaum yang mengatas namakan dirinya wakil rakyat bukannya memperbaiki keadaan, malah semakin mempersulit keadaan. Rakyat semakin miskin dan menderita. Rasa dalam hati semakin susah untuk dipadamkan dan dipendam


     Selama ini saya hanya menjadi penyimak saja, dimana-mana selalu begitu. Tidak berani bertempur, tidak berani menulis tentang perkataan yang radikal. Saya hanya berdiam diri saja, menyimak keadaan yang ada. Tetapi semakin hari saya semakin sadar bahwa permasalahan ini bukan hal yang sepele lagi. Saya mulai aktif untuk membicarakan hal ini kepada teman saya atau setidaknya kepada diri saya sendiri saja terlebih dahulu.. Saya percaya kalau sampai keadaan di Indonesia ini semakin berat dan semakin kehilangan arah, saya yakin sebuah revolusi akan terjadi lagi, seperti layaknya pemerintahan orde baru, rakyat-rakyat akan mulai mengangkat senjata dan berperang demi keadilan yang telah hilang maknanya. Rakyat pasti akan berjuang dan membela lagi apa yang menurut mereka benar dipandangannya.. tidak akan lama lagi hal ini pasti terjadi, kebenaran boleh sirna, tetapi ia tidak akan pernah mati, itu kata pejuang-pejuang di zaman dahulu. Saya percaya hal ini akan terjadi,, entah mengapa.. saya hanya mempercayainya...