Selasa, 05 April 2016

Video yang bisa membuat kalian berfikir

  Sudah lama saya tidak menulis tentang blog ini. Tetapi jujur saya ada alasan mengapa tidak menulisnya begitu lama. Alasan yang utama karena kesibukan saya yang cukup banyak. Tetapi ketauilah sebenarnya saya cukup banyak mencari hal selama ini sebagai ilmu saya menghadapi dunia nanti. Dan salah satu ilmu yang saya dapatkan dan ingin share kepada kalian adalah sebuah video yang bisa membuat kalian berfikir. Untuk saat ini saya hanya memberikan 2 video saja kepada kalian. Tetapi walaupun hanya 2 video, aku yakin 2 video ini akan membuat pikiran kalain lebih terbuka.
Baik mulai saja :
Note: Kalau tidak bisa bahasa inggris bisa mengaktifkan subtittle indonesianya di pilihan opsi.

Video 1


Video 2


Selamat menikmati :)

Senin, 25 Januari 2016

Tujuan Berperang


Perang adalah suatu hal yang bisa membuat penderitaan bagi manusia. Penderitaan yang disebabkan oleh perang bukan hanya merugikan negara yang diserang tetapi juga merugikan pihak yang menyerang, lingkungan, dan generasi selanjutnya. Dilihat dari pengamatan saya selama melihat peperangan yang saya lihat hanyalah kerugian dan kesedihan yang terjadi. Mungkin ada yang memenangi peperangan tetapi pada akhirnya yang kita lihat hanyalah kesedihan dimana-mana.

  Di zaman sekarang peperangan adalah sesuatu yang biasa terjadi. Jangankan atar negara berperang,  sekarang peperangan sudah menjadi lebih spesifik lagi, seperti perang antar suku, perang antar ormas, bahkan perang antar keluarga-pun sering terjadi. Seperti yang saya katakan sebelumnya, peperangan walaupun ada pihak yang menang bagi saya peperangan hanya membuat kerugian dan kesedihan saja.

  Tetapi bagi kalian yang bersedih dengan perang saya sarankan janganlah bersedih karena dengan adanya peperangan manusia akan tahu mana yang benar dan salah karena memang fungsi adanya perang adalah untuk memunculkan kebenaran. Dengan adanya perang masyarakat akan tahu pihak mana yang sebenarnya melakukan kebenaran dan pihak mana yang melakukan kesalahan. Orang yang berperang adalah orang yang berperan penting dalam memunculkan kebenaran itu. Karena tujuan berperang sebenarnya hanya memunculkan kebenaran saja selain itu tujuan yang lainnya hanya merusak dan membuat kesedihan.

  Akhir-akhir ini ada peperangan yang besar yang tidak bisa didamaikan dengan cara diplomasi, seperti ISIS dengan negara besar seperti: Amerika Serikat, Rusia, Iran, dsb. Peperangan besar ini kita tidak boleh kasihani. Kasihan dalam artian kita berusaha untuk mendamaikannya. Ketika memang sebuah peperangan tidak bisa dihentikan dengan diplomasi maka peperangan yang dilakukan dengan kekerasan memang harus dilakukan. Sekarang kalau kita lihat peperangan ISIS dengan negara besar sudah mulai terlihat memunculkan kebenarannya. Maka oleh karena itu, janganlah mengasihani peperangan. Dengan adanya peperangan malah membuat kebenaran itu muncul.

  Cara diplomasi dan damai memang adalah cara yang terbaik. Tetapi kalau memang salah satu pihak terlalu keras kepala, menolak cara diplomasi dan mengumumkan peperangan maka kita tidak bisa lagi menggunakan cara diplomasi dan damai lagi sampai pihak tersebut menyerah. Terpaksa kita harus menggunakan kekerasan untuk membuktikan kebenaran itu. Karena ketika cara diplomasi dan damai tidak bisa digunakan lagi dan peperangan harus terjadi maka peperangan yang keras harus terjadi, kalau tidak semua penduduk dunia akan lebih menderita lagi.

  " Ketika sebuah pohon sudah terlalu beracun sebanyak apapun kita berikan pupuk pohon itu akan tetap beracun. Jika pohon tetap berada disana, maka ia akan meracuni sekitarnya dan cara terbaik untuk membuat suasana menjadi tentram kembali adalah dengan mencabut pohon tersebut, memusnahkannya, dan menggantinya dengan pohon yang baru lagi "

Setuju?

Minggu, 24 Januari 2016

Hukum Rimba

  Ketika kita melihat perkembangan teknologi sekarang kita akan melihat perkembangan yang sangat pesat dan canggih. Berkat adanya teknologi dunia sekarang kehidupan di dunia menjadi lebih dipermudah dan lebih modern dari sebelumnya. Ada beberapa dampak positif yang sangat berdampak dengan adanya teknologi ini dan ada juga dampak negatifnya seperti: moral manusia yang semakin rendah, manusia yang semakin malas, masyarakat yang gampang terprovokasi, dsb. Dari semua hal negatif itu sebenarnya semua bisa dihilangkan ketika manusia memiliki dasar yang kuat dan kokoh. Tanpa berpegangan dengan dasar yang kuat, maka manusia akan jatuh dan gampang terpengengaruhi, seperti perkataan Peter Hamilton, " If you dont stand for something, you will fall for anything " ( jika kamu tidak berpegangan pada suatu hal, maka kamu akan jatuh untuk hal yang lainnya ).


  Apakah dasar yang aku maksud itu? Dasar yang kumaksud adalah dasar manusia dalam bermasyarakat, beragama, bergaul, menerima keadaan, sdb. Sebagai makhluk sosial manusia tidak akan bisa hidup sendirian. Di zaman sekarang yang penuh dengan individualistis dan budaya konsumsi yang sangat kuat sangat memungkinkan adanya hukum rimba. Dimana hukum rimba menyatakan bahwa hanya orang yang terkuatlah yang akan selamat dari seleksi alam sedangkan orang yang lemah akan terinjak-injak. Dimana ketika hukum rimba berlaku maka hanya ada orang terkuat dan terlemah. Yang kuat akan menindas yang lemah dan yang lemah akan menuruti yang terkuat. Dengan adanya sifat individualistis dan budaya hodisme yang semakin menguat maka semakin kuatlah adanya hukum rimba ini dan jika diteruskan maka jarak antara yang kuat dan miskin akan semakin lebar dan dampak terburuknya adalah adanya penindasan dari kuat ke lemah.

  Situasi adanya hukum rimba sekarang ini sudah berlaku, bahkan sudah berlaku sebelum kita lahir, bahkan hukum rimba ini saya yakin sudah ada semenjak manusia itu ada. Karena semasih manusia memiliki pemikiran bahwa dialah yang paling hebat, dialah yang terpintar, dsb. Ketika manusia masih lebih memperdulikan dirinya sendiri daripada orang lain maka hukum rimba ini pasti ada.

  Saya disini tidak bisa membandingkan kuatnya hukum rimba di zaman dahulu atau di zaman sekarang. Tapi kita bisa berkaca dari pengalaman yang sebelumnya. Dengan adanya dampak efek negatif dari teknologi ini menyebabkan manusia semakin individualis dan konsumsioner. Tetapi kita bisa mengubahnya dengan memiliki dasar yang kuat. Dasar apa itu? Dasar yang membuat kita sadar bahwa kita adalah makhluk sosial dan tujuan kita adalah membantu sesama. Dengan adanya dasar ini saya yakin walaupun se-negatif apapun dampak teknologi atau se-negatif apapun dampak globalisasi, manusia akan terus saling bantu-membantu. Ketika manusia sudah saling bantu-membantu sebesar apapun masalah yang akan datang akan terselesaikan dengan baik.

  Manusia harus memiliki dasar. Dasar apapun yang kalian pilih dalam menjalani hidup usahakanlah menggunakan dasar yang membuat orang lain bahagia. Karena jika hidup kalian tidak digunakan untuk membantu orang lain, saya yakin kalian hanya membuang-buang waktu saja.
Terima Kasih. . .

Sabtu, 23 Januari 2016

Damai

Renungan :

  Kedamaian adalah salah satu tujuan yang diidam-idamkan manusia ketika ia menjalani kehidupan.
Banyak orang yang rela berkorban harta demi mengunjungi tempat yang sejuk dan indah demi mendapatkan kedamaian. Beberapa orang rela menyiksa dirinya bertapa agar mendapatkan kedamaian dan ketenangan diri dan dari semua hal yang dilakukan manusia selama hidupnya aku sangat yakin bahwa manusia memerlukan kedamaian dalam hidup.

  Ketika kita mengingat kata damai yang kita hanya lihat adalah hati yang tenang, jiwa yang tersenyum bahagia, dan sebagainya. Ketika dihadapkan dengan damai kita hanya bisa membayangkan sesuatu yang positif saja. Dimana dengan adanya kedamaian akan membawa suasana yang positif di dalam diri kita. Disatu sisi membuat diri kita positif disisi lain juga bisa berdampak positif juga terhadap lingkungan kita.

  Pada kenyataannya semua orang berdasar baik. Oleh karena itulah ketika manusia hidup ia selalu mencari kesenangan, kedamaian, dan kebenaran. Sampai saat ini saya tidak pernah melihat seseorang yang mencari sesuatu yang menurutnya tidak baik. Saya yakin manusia menjalani hidupnya sesuai dengan pilihannya yang ia suka bukan yang ia tidak suka. Dengan dasar kita yang memang baik ini lah saya yakin manusia tidak mungkin menjalani sesuatu yang buruk secara terus-menerus, pasti akan ada saat dimana manusia akan berbalik kesifat dasarnya yang baik.

  Dan inilah yang selama ini saya sadar bahwa kebutuhan yang diperlukan manusia sebenarnya adalah situasi yang damai dan membahagiakan. Saya sekarang menyadari bahwa seburuk-buruknya seseorang, seburuk-buruknya situasi yang terjadi, kebohongan, pembunuhan, dan hal-hal buruk lainnya bisa diatasi jika berakhir damai. Kalaupun situasi masih memburuk, manusia pasti menginginkan kedamaian dan akan terus memaksa agar kedamaian terjadi. Bagi saya ini adalah dikarenakan sifat dasar manusia yang memang baik. Manusia memang makhluk hidup yang menginginkan kedamaian, kesenangan, dan kebenaran.

  Jika sekarang kita lihat, ribuan orang berseteru, bertengkar bahkan saling membunuh satu sama lain. Kedamaian dalam hati mereka seperti terhalang egonya sendiri yang merusak. Begitu juga pemimpin. Banyak pemimpin yang hanya mementingkan keinginan politiknya saja dan melupakan dasarnya yang baik. Sehingga keputusan yang diambilnya hanya menyesengsarakan rakyat.

  Dasar manusia adalah baik. Ketika manusia melakukan kesalahan ia pasti mengingat tentang dasarnya yang baik. Tetapi aku sering menyayangkan mereka yang membohongi kata hatinya dan terus saja berbuat negatif dan merugikan banyak orang, tetapi bagi kalian yang melihat orang seperti itu, jangan ganggu dia. Karena ketika kita menganggunya akan hanya memperkeras sifat keras kepalanya. Cara terbaik untuk mengalahkan sifat keras kepalanya adalah dengan membiarkan dirinya berseteru dengan dirinya sendiri. Sedangkan kita sebagai manusia cukup berbuat yang baik-baik saja.

  Dasar manusia adalah baik. Menginginkan kedamaian, ketenangan, dan kebenaran. Bagi kalian yang ingin hidup bahagia, cukup mengikuti dasar kalian sebagai manusia saja. Bagiku itu sangat gampang. Karena diri kita sendiri adalah teman terbaik di dunia ini, ia adalah teman yang kita mengerti penuh tentang kelebihan dan kekurangannya. Maka cobalah untuk merenung sedikit demi sedikit tentang dirimu, cobalah mengerti tentang dasar dalam dirimu.

  Ketika manusia benar-benar membantu sama lain, ketika rakyat sejahtera, dan ketika dunia ini sudah kembali kesifat dasarnya yang damai saya yakin manusia akan menjadi baik seperti sedia kalanya. Dasar manusia adalah baik. Renungkanlah

Jumat, 22 Januari 2016

Semua Hal Ada Pada Tempatnya

   Ketika kita melihat dunia kita sekarang kita banyak melihat kekacauan, kekalutan, dan kehancuran dimana-mana. Banyak anak muda yang mabuk-mabukan, pemimpin yang tidak berkompeten, moral manusia yang semakin menurun, kasus korupsi yang tidak ada ujung penyelesaiannya, dsb. Ketika kita melihat kekalutan dunia ini kita akan merasa resah dan disaat itu kita akan memikirkan mengapa hal itu bisa terjadi. Banyak yang mengatakan karena moral anak muda yang menurun, beberapa ada yang mengatakan karena efek globalisasi, beberapa ada yang mengatakan karena ini dikarenakan kita hidup di zaman edan, dsb. Tetapi diantara semua penyebab tersebut sebenarnya ada satu hal yang menurut saya menjadi penyebab mengapa dunia ini sekarang mengalami masa gelapnya. Yaitu karena dizaman sekarang semua hal tidak ada pada tempatnya.


  Jika kita melihat tatanan masyarakat kita sekarang, kita akan melihat banyak hal yang aneh terjadi. Saya ambil contoh pemimpin. Banyak pemimpin sekarang yang memimpin hanya untuk mendapatkan popularitas dan kekuasaan, beberapa dari mereka malah meracuni rakyatnya dengan janji-janji palsu yang terus diucapkannya. Padahal kalau kita benar-benar melihat peran pemimpin yang sebenarnya kita akan tahu seharusnya seorang pemimpin seharusnya bersikap pemberani, berkata jujur, santun sikapnya, dan menjalani tugasnya sebagai pemimpin sebagai bentuk untuk mensejahterakan rakyat. Tetapi kalau melihat kondisi sekarang, seorang pemimpin lupa posisinya sebagai pemimpin. Beberapa pemimpin ada yang tidak berkompeten, beberapa ada yang membohongi rakyatnya, beberapa ada yang membunuh rakyatnya sendiri, dsb.

   Itu hanya satu contoh. Kita bisa ambil contoh lain yang paling gampang dilihat. Anak muda. Jika kita benar-benar melihat peran anak muda yang benar kita akan tahu bahwa seharusnya anak muda pasti mengikuti perintah orang tua dengan patuh, menghormati orang tuanya agar mendapatkan kebahagiaan. Tetapi pada kenyataannya sekarang anak muda malah menentang orang tuanya sendiri. Beberapa ada yang meninggalkan keluarganya, beberapa ada yang malah berbalik menyerang orang tuanya, bahkan beberapa ada yang menggurui orang tuanya tentang hal yang baik menurutnya.

  Banyak hal lainnya, seperti pedagang yang serakah, musik yang hanya mengumbar nafsu seksual, murid yang menentang gurunya, dsb. Semua kehancuran didunia ini menurut saya berasal dari manusia yang melakukan sesuatu tidak sesuai pada tempatnya.

  Orang bijak berkata bahwa, " Sebagus-bagusnya barang, kalau tidak berada pada tempatnya ia akan menjadi kejelekan, tetapi sejelek-jeleknya barang kalau ditempatkan pada tempat yang benar, ia akan menjadi kebaikan "

  Saya tidak memaksudkan disini bahwa bagus tidaknya barang dilihat dari situasinya, tetapi saya hanya menerangkan bahwa kebanyakan manusia dizaman sekarang melakukan sesuatu tidak pada tempatnya. Contoh : Merokok di tempat umum, mabuk-mabukan ditempat umum, dsb. Beberapa manusia yang melakukan sesuatu tidak pada tempatnya akan membawa hal yang buruk disekitarnya. Menyebabkan lingkungan disekitarnya menjadi negatif dan rusak. Inilah menurut saya pangkal dari semua kerusakan yang terjadi disekitar kita.

  Di zaman yang penuh kebebasan ini memang semua hal menjadi bebas, beberapa hal yang buruk dilegalkan menjadi baik. Tetapi kita sebagai manusia jangan sampai melupakan hati nurani dan akal sehat kita. Kita harus bisa membedakan mana yang benar dan salah walaupun susah. Saya percaya kalau manusia melakukan sesuatu pada tempatnya dunia ini akan tentram dan sejahtera seperti dahulu kala kembali. Ketika pemimpin benar-benar memimpin dengan benar, ketika pedagang jujur, ketika anak muda mematuhi perkataan orang tuanya dan guru, ketika semua orang melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Aku yakin dunia ini akan mendapatkan kejayaannya kembali. 

Semoga bisa direnungkan :)

Kamis, 07 Januari 2016

Budaya Ulangan di Indonesia

   Ulangan adalah suatu yang sering terjadi dalam pendidikan didunia. Ulangan sering ditanggap serius oleh beberapa orang. Kebanyakan sistem ulangan digunakan sebagai standar kelulusan bagi beberapa negara tetapi di Finlandia menganggap bahwa ulangan hanyalah tes biasa. Tetap mendapatkan nilai, tetapi tidak menentukan kelulusan seseorang. Di Finlandia ulangan nasional seperti negara kita tetap ada, tetapi bedanya di Finlandia ulangan nasional hanya dijadikan tes kemampuan anak didik sebagai tolak ukur mengukur kemampuan mereka selama ini. Ulangan Nasional tidak dijadikan tolak ukur kelulusan, hampir semua orang bisa lulus dan memasuki universitas di Finlandia. Sehingga ketika dihadapkan dengan ujian mahasiswa-mahasiswi di Finlandia menganggapnya dengan senyum bahagia, bukannya stress seperti ujian yang berada di negara kita.

   Budaya ulangan di negara kita sering dianggap sebuah beban bagi anak didik kita. Ulangan yang seharusnya ditanggap dengan senyum bahagia tetapi malah dianggap sebagai beban oleh anak didik kita. Penyebabnya-pun banyak. Penyebab yang paling besar adalah karena ulangan dianggap sebagai tolak ukur kelulusan siswa, sehingga ketika dosen/guru memberitahukan akan ada ulangan, seluruh siswa akan tersentak dan agak ketakutan dikarenakan ia harus belajar keras agar lulus. Tidak peduli apakah ia suka atau tidak kepada pelajaran itu, yang pasti ia harus belajar dengan keras agar lulus. 

  Efek negatif dari budaya ulangan ini adalah sisi kekerasannya. Tujuan sebenarnya menempuh pendidikan adalah untuk mendapatkan ilmu bukan untuk mendatkan nilai dan peringkat yang bagus. Dengan adanya budaya ulangan seperti ini akan mengganggu psikologis anak didik, terutama bagi mereka yang terlahir bertentangan dari sistem pendidikan kita ini. Budaya ulangan seperti ini hanya akan menimbulkan kesan memaksa anak didik untuk mendapatkan nilai yang sempurna. Ketika kesan memaksa itu terdapat dalam sistem mengajar maka akan terdapat unsur kekerasan didalamnya. Dan ketika kita sudah mendengar kata kekerasan semua akan berakhir menjadi kebencian. Dengan adanya budaya ulangan ini menyebabkan siswa menjadi cenderung hanya belajar ketika ulangan ada, bukan ketika proses belajar-mengajar berlangsung menyebabkan anak didik cenderung bersikap skip dan masa bodoh dengan pelajaran sebelumnya. Dan parahnya, karena sistem pendidikan kita hanya berpacu pada nilai, maka anak didik yang merasa tertekan dengan ulangan mereka akan cenderung melakukan kecurangan untuk mendapatkan nilai yang bagus.

  Terkadang kita sebagai kaum intelektual butuh pemikiran yang lebih universal. Melihat dari berbagai sisi, bukan hanya melihat pendidikan sebagai penghasil bibit unggul, tetapi kita juga perlu melihat sisi psikologis anak didik dan menciptakan suasana pendidikan yang kondusif, progresif, dan bermentalkan baja.

 Budaya ulangan seharusnya tidak dianggap terror oleh anak didik kita, malah sebaliknya budaya ulangan seharusnya diterima dengan senang hati sebagai media untuk melatih kemampuan diri bukannya media penentu kelulusan. Budaya ulangan seharusnya diterima dengan senang hati tanpa adanya paksaan ataupun kekerasan. 

Selasa, 29 Desember 2015

Belajar dari Mahatma Gandhi

  Mahatma Gandhi adalah salah satu pemimpin yang menginspirasi didunia. Ia adalah salah satu pemimpin yang berhasil menciptakan sebuah gerakan nir-kekerasan (anti-kekerasan) pada zamannya. Gerakan anti kekerasannya sampai sekarang masih terdengar gaungnya dan kalau kita mau menelisiknya lebih dalam gerakan anti kekerasan ini masih kita baca dibuku-buku yang berkaitan tentang mahatma gandhi.

  Ketika kita membaca sesuatu yang berkaitan dengan Mahatma Gandhi pasti tidak terlepas dari gerakan anti kekerasannya. Hubungan keduanya sudah seperti sebuah kesatuan. Sehingga ketika kita membaca buku apapun yang berkaitan dengan Mahatma Gandhi pasti dalam buku itu akan dijelaskan tentang gerakan anti kekerasannya.

  Dan itulah yang kulakukan 2 hari yang lalu. Membaca buku Mahatma Gandhi. Tepatnya tentang Biografinya dan ketika aku membaca bukunya aku merasakan sebuah kesejukan tersendiri yang membuatku bisa membaca bukunya sampai selesai (bukunya 560 halaman!). Sudah lama aku mencari buku yang bisa membuatku lupa dengan waktu ketika aku membacanya.

   Dua hari lalu aku membaca buku itu. Padahal besoknya aku akan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS) di universitasku. Tetapi aku merasa lupa dengan hal itu ketika membaca buku ini. Aku lupa dengan waktu, sampai-sampai aku tidak tidur selama semalam dan kekampus hampir tidak mandi (haha)

  Gerakan anti kekerasan adalah suatu gerakan yang diciptakan oleh Mahatma Gandhi ketika ia dipenjara di Afrika Selatan selama 5 tahun. Karena merasakan ketidakadilan, Mahatma Gandhi berfikir sepanjang pagi sampai malam untuk membuat sebuah gerakan yang bisa mengubah dunia. Setelah selama 1 tahun berfikir keras dan menulis sepanjang pagi sampai malam terciptalah gerakan anti kekerasan.

  Gerakan anti kekerasan ini menyebar keluar dari penjara gandhi layaknya angin. Gandhi menyebutnya dengan idea that can break the prison wall (dalam bahasa Indonesia: ide yang dapat menembus pintu penjara). Dari gerakan anti kekerasan yang ia cetuskan inilah ia mulai terkenal sebagai seorang yang paling menginspirasi didunia. Kenapa menginspirasi? Karena pada zamannya hampir semua permasalahan diselesaikan dengan kekerasan, dengan peperangan, dengan pertumpahan darah, tetapi Gandhi malah membuat sebuah gerakan yang sangat bertolak belakang, ia menciptakan gerakan anti kekerasan.

  Gerakan anti kekerasan adalah sebuah gerakan dimana menuntut keteguhan hati yang sangat kuat untuk menjalankannya. Gerakan yang dimana menolak semua kekerasan dalam bentuk apapun dan hanya menuntut perdamaian. Didalam gerakan ini masalah apapun dilakukan dengan diplomasi, tidak ada kekerasan apapun. Jika musuh mengejek atau menyerang dengan kekerasan orang yang mengikuti gerakan ini harus tetap tenang dan tidak melakukan kekerasan balik dengan cara apapun. Disinilah hal yang paling susah. Karena ketika kau ditendang oleh seseorang, kau memilih untuk tetap tenang bukannya membalas tendangan tadi dengan emosi. Gerakan anti kekerasan ini membutuhkan kekuatan mental yang kuat dan keteguhan hati.

 
Selama gerakan anti kekerasan ini dilakukan, banyak sekali orang yang mengejek Gandhi dan pengikutnya disebut sebagai seorang yang tolol karena pada zaman Gandhi hidup orang-orang pada zamannya sering melakukan kekerasan dan peperangan satu sama lain sedangkan ia lebih memilih berdiam diri dan berpuasa dan melakukan diplomasi dan perdamaian. Sehingga ketika melihat pengikut Gandhi dan Mahatma Gandhi kebanyakan orang tertawa dan mengejeknya dengan sebutan orang lemah dan tolol. Perdana Mentri Inggris pada zamannya mengejek gerakannya sebagai gerakan yang tolol dimana ia mengatakan bahwa gerakan Gandhi pasti akan menghilang nantinya.

  Tetapi kenyataannya tidak. Walaupun diejek dan kontras pada zamannya. Gandhi tetap memperjuangkan gerakannya. Pada awalnya ia tidak dipedulikan, kemudian orang-orang tertawa terhadapnya, tetapi pada akhirnya Gandhi memenangkan semuanya. Selama perjuangannya mempertahankan gerakan anti kekerasan ini, baru pada 20 tahun gerakannyalah ia mulai dipedulikan oleh orang lain disekitarnya. Dimana ketiak itu umur Gandhi sekitar 60 tahunan. Ketika ia ditanyakan tentang perjuangan tersebut oleh wartawan ia menjawab dengan kata " first they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win " (dalam bahasa Indonesia: Pertama dia menolakmu, kemudian tertawa kepadamu, kemudian mereka melawanmu, kemudian kau menang) sebuah kata bijak yang sekarang menjadi kata bijak yang terkenal.

  Gandhi dan pengikutnya selama berjuang hanya memakai pakaian yang sederhana dan memakan makanan seadanya. Mereka bukan hanya berjuang tanpa kekerasan tetapi mereka juga menanamkan jiwa anti kekerasan dalam jiwanya. Mereka bersumpah tidak akan memakan daging selama hidupnya. Karena menurut mereka didunia ini tuhan sudah menyiapkan makanan yang cukup berupa biji-bijian dan tumbuhan untuk dimakan. Jadi tidak perlu membunuh hewan dan memakannya. Pengikut Gandhi juga sering bertapa dan bermeditasi dengan damai setiap harinya bersama Gandhi agar mereka tetap teguh dengan gerakan anti kekerasan mereka.

  Ada banyak hal yang menginspriasiku ketika mengenal sosok Mahatma Gandhi. Alasan paling pertama aku terinspirasi darinya adalah gerakan anti kekerasan ini. Dimana kalau kita lihat sekarang, semua hal dilakukan dengan kekerasan, mulai dari orang tua kita mengajarkan kita, kemudian pendidikan mengajarkan kita dengan kekerasan (menghafal, memaksa kita mendapat nilai bagus) sampai bagaimana kita bekerja, dan peperangan semua dilakukan dengan kekerasan. Dan bagiku gerakan anti kekerasan kuanggap sebagi gerakan yang sangat efektif untuk melepaskan kekerasan dari dunia ini.

  Alasan kedua adalah dari bagaimana ia memimpin.
  Gandhi adalah termasuk pemimpin yang kucontoh dari pemimpin hebat lainnya. Ia termasuk pemimpin yang memberi contoh kepada rakyatnya. Ia rela berjalan kaki bermil-mil, melewati jalan yang kering dan panas untuk menemui rakyatnya yang berada dipedalaman. Semua dia lakukan dengan keikhlasan, bukan karena keinginan untuk dianggap hebat atau pencitraan kalau orang zaman sekarang katakan. Selain memberi contoh, sisi lain kepemimpinannya yang kuambil adalah tentang keteguhan hatinya dalam memegang prinsip. Ia berjuang selama 30 tahun! (bahkan 40 tahun mungkin), dan selama berjuang itu, ia tidak pernah keluar dari prinsip yang ia pegang dari awal ia berjuang. Mungkin kalau zaman sekarang hal seperti ini sangat sulit dilakukan, tetapi Gandhi berhasil melakukannya. Alasan lainnya adalah sisi keikhlasan dan kejujurannya. Walaupun Gandhi termasuk pemimpin yang menginsprasi dan hebat sepanjang sejarah tetapi selama ia muda ia melakukan hal yang buruk. Selama ia muda ia sangat menyukai seks. Ia sering melakukan seks kepada istrinya sejak berumur 16 tahun!. Kegemaran seksnya bukan seperti manusia pada umumnya, tetapi ia termasuk gila seks karena melakukan seks kepada istrinya ketika istrinya sendang hamil tua. Menyebabkan anak yang dikandung istrinya meninggal dunia. Selain seks Gandhi juga melanggar banyak janjinya selama muda. Tetapi walaupun banyak melakukan kesalahan, Gandhi bukannya menganggapnya sebagai kesalahan tetapi malah menganggapnya sebagai pelajaran hidup. Gandhi termasuk daftar orang hebat yang menulis auto biografinya secara jujur. Ia termasuk orang yang menulis dengan jujur rentetan kehidupannya, bukan hanya yang baik tetapi juga kisah buruknya semasa muda. Ia juga berbicara jujur dihadapan jurnalis tentang keburukannya dan tidak pernah menanggap kesalahan yang dilakukannya sebagai sebuah kesalahan.

  Alasan terakhir adalah kesederhanaan hidupnya.
  Gandhi adalah orang yang sederhana. Ia hanya memakan sayuran dan garam sebagai santapan sehari-harinya. Ia selalu memakai kain putih sebagai penutup tubuhnya dan menggunakan sandal sebagai pijakannya dalam berjalan. Ia selalu menolak dirinya untuk berfoya-foya dan selalu bermeditasi dan bertapa untuk mengendalikan dirinya
  Untuk alasan terakhir ini aku yakin dizaman sekarang sangat susah dipraktekan dizaman sekarang yang penuh budaya hedonisme.

  Ketika Gandhi meninggal dunia hampir seluruh dunia menangis kepada dirinya. Orang menangis kepada dirinya bukan karena hal yang dilakukannya tetapi orang menangis karena gerakan yang dilakukannya selama ini. Banyak orang yang meminta maaf kepada Gandhi karena melakukan kekerasan kepadanya. Hebatnya yang menangisi dirinya bukan hanya teman-temannya tetapi juga musuh-musuhnya. Mereka meminta maaf kepada Gandhi karena mengejeknya selama ini dan selalu melakukan kekerasan kepadanya.

  Gandhi dengan ide dan mimpinya tentang dunia yang damai dengan gerakannya yang disebut satyagraha mampu menginspirasi dunia. Ketika kematiannya dipublikasikan, hampir seluruh dunia terinspirasi dengan gerakan anti kekerasannya. Martin Luther King termasuk orang yang terinspirasi dengan gerakan anti kekerasannya.

  Ketika Gandhi meninggalkan dunia ini. Semua orang menangis dan ketika kita melihat lagi gerakannya dan Mohatma Gandhi kita pasti akan berfikir, " apakah gerakan itu memang benar-benar ada? ". Gerakan anti kekerasan, apakah ia benar-benar ada didunia ini?

  Albert Einstein pernah mengatakan "(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini." mungkin benar adanya.

  Kita terkadang perlu bercermin kepada Mohatma Gandhi. Kita perlu bercermin dari gerakan anti kekerasannya. Lihatlah dunia kita sekarang ini, semua hal dilakukan dengan kekerasan. Kita lupa dengan perdamaian dan cinta.

  Terkadang aku berfikir, perlukah kekerasan ini ada didunia ini? Aku akan menjawab. Perlu. Kekerasan hanya digunakan untuk kebaikan. Itu jawabanku. Bagiku kekerasan didunia ini hanya melahirkan kebencian. Cobalah lihat dunia. Beberapa negara ada yang berperang satu sama lain karena alasan kebencian. Mahasiswa bertengkar satu sama lain. Semua berawal dari kekerasan.

  Kita perlu berkaca kepada gerakan anti kekerasan Gandhi. Kita membutuhkan kedamaian dan kegiatan anti kekerasan didunia ini agar dunia ini lebih baik dan damai.

  Ada satu kata bijak dari Mahatma Gandhi yang selalu menginspirasiku. Katanya berbunyi seperti ini: " be the change that you want to see in the world ". Jadilah perubahan yang ingin kau lihat didunia ini.
  Apapun itu lakukanlah hidupmu demi kebaikan. Itulah hal yang terbaik yang bisa dilakukan manusia dalam hidupnya.