Note: Mungkin ini pesan yang sedikit manja dan sedikit curhat.
Terkadang belakangan ini aku sangat kangen dengan Bali, kangen dengan masakannya, dengan adatnya, dan tempat wisatanya. Ketika aku menempuh pelajaran di Yogja ini selama beberapa bulan (kira-kira sudah 4 bulanan lebih) aku merasa sangat kehilangan. Aku jadi mulai mengerti bag
aimana indahnya masa laluku, indahnya Baliku. Mungkin benar kata beberapa orang bahwa seseorang baru mengetahui sesuatu itu indah ketika ia sudah kehilangannya. Aku terkadang merasa kosong dan ingin pulang kembali ke Bali. Beberapa orang mengatakan bahwa masa tahun pertama kuliah anak rantau itu yang tersulit karena kangen orang tua, kangen makanan dari asalnya, kangen budaya tempat asalnya, dan masih banyak lagi. Aku setuju dengan perkataan orang itu. Selama aku disini (di Jogja) aku sering memilih untuk menyibukan diri dan sebisa mungkin menghindari diam di kos terlalu lama karena ketika aku berada di kos, khayalanku ku kemana-mana yang menyebabkan aku teringat masa laluku di tempat asalku.
Beberapa temanku di Universitas mengatakan bahwa mereka kuat untuk melewati universitas ini tanpa orang tua, bahkan ada beberapa yang sangat bahagia karena bisa lari dari orang tuanya dan tidak ingin kembali lagi ketempat asalnya. Tetapi bagiku tidak bisa, karena hampir semua hal indah dan ajaib yang pernah kulakukan ada di tempat asalku, Bali.
Di Jogja suasana dan budaya disini sangat berbeda. Jika di Bali biasanya bencana alam paling terburuknya adalah gempa bumi, di Jogja bencana alam berbahayanya bermacam-macam, mulai dari Badai, Gempa Bumi , Gunung meletus, dan masih banyak lagi. Aku juga merasa hidup dilingkungan kampus yang sangat berpolusi sehingga aku sering heran mengapa aku bisa sakit padahal makan selalu teratur, dan tidur cukup. Entahlah -_-.
Kenangan yang paling aku susah lupakan adalah kenangan masa SMA. Kenangan itu bagaikan sebuah mutiara yang paling indah yang pernah kutemui. Tetapi ketika sekarang aku berpisah dengan temanku sewaktu SMA aku menjadi merasa sangat kehilangan. Sekarang hanyalah memori dan baju putih abu-abuku sudah terlipat rapi di lemari.
Terkadang aku merasa takut menghadapi masa depan karena kenangan masa SMA ini. Aku terikat dengan keindahannya masa SMA sehingga aku merasa malas untuk belajar di Universitas. Aku serasa ingin pulang cepat-cepat ke Bali, bertemu dengan teman-temanku. Menikmati quality time yang terjadi, dan mungkin sombong-sombongan dengan kedudukanku sekolah di UGM (haha..).
Terkadang karena kenangan masa SMA ini aku merasa bimbang dengan keputusanku yang menganggap sistem pendidikan kita jelek. Aku sering berfikir sistem pendidikan kita itu bagus karena aku selama SMA mengalami banyak kejadian yang memorial dan hebat sehingga seandainya aku merubah sistem pendidikan ini aku sering merasa sangat bimbang. Aku takut menghilangkan kesempatan oranglain yang masuk ke masa SMA untuk bersenang-senang seperti yang kulakukan. Mereka juga berhak untuk mendapatkannya.
Tetapi aku sadar bahwa pendidikan ini banyak kelemahannya dan aku harus mengubahnya apapun yang terjadi. Aku boleh merasa kasihan dengan masa SMAku, tetapi aku tidak boleh kasian dengan anak muda diluar sana yang menempuh pendidikan SMA. Masa depan mereka akan lebih berat jika aku masih membiarkan sistem pendidikan seperti ini. Karena masa depan lebih menginginkan seseorang yang kreatif, spesialis daripada seorang yang bisa segalanya. Kalau sistem pendidikan ini tetap dijalankan, maka makin banyak orang yang akan menganggur dan bermalas-malasan. Aku tidak mau hal itu terjadi.
Intinya. Aku sangat kangen dengan tempat asalku, Bali. Terutama dengan teman-temanku yang dan orang tuaku. Aku tau aku merasa kangen, tetapi aku juga harus memiliki tujuan. life is to die. Hidup adalah untuk mati. Maka gunakan waktumu bukan untuk menyesali sesuatu. Tetapi untuk kebaikan bersama. Kalau memang kita kehilangan sesuatu, kita harus merelakannya dan menciptakan sesuatu yang baru lagi. Seperti itu-lah hidup. Tidak ada sesuatu yang selamanya abadi, akan ada saatnya manusia diberi cobaan. Mungkin masa SMA adalah masa-ku bersenang-senang, tetapi sekarang masaku kuliah adalah masaku untuk serius, masaku untuk menjadi agent of change, memang situasi tidak akan sama lagi seperti masa SMA, tetapi ya memang inilah kehidupan. Kita tidak bisa menentangnya, tetapi kita bisa menjalaninya dengan ketabahan hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar