Mahatma Gandhi adalah salah satu pemimpin yang menginspirasi didunia. Ia adalah salah satu pemimpin yang berhasil menciptakan sebuah gerakan nir-kekerasan (anti-kekerasan) pada zamannya. Gerakan anti kekerasannya sampai sekarang masih terdengar gaungnya dan kalau kita mau menelisiknya lebih dalam gerakan anti kekerasan ini masih kita baca dibuku-buku yang berkaitan tentang mahatma gandhi.
Ketika kita membaca sesuatu yang berkaitan dengan Mahatma Gandhi pasti tidak terlepas dari gerakan anti kekerasannya. Hubungan keduanya sudah seperti sebuah kesatuan. Sehingga ketika kita membaca buku apapun yang berkaitan dengan Mahatma Gandhi pasti dalam buku itu akan dijelaskan tentang gerakan anti kekerasannya.
Dan itulah yang kulakukan 2 hari yang lalu. Membaca buku Mahatma Gandhi. Tepatnya tentang Biografinya dan ketika aku membaca bukunya aku merasakan sebuah kesejukan tersendiri yang membuatku bisa membaca bukunya sampai selesai (bukunya 560 halaman!). Sudah lama aku mencari buku yang bisa membuatku lupa dengan waktu ketika aku membacanya.
Dua hari lalu aku membaca buku itu. Padahal besoknya aku akan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS) di universitasku. Tetapi aku merasa lupa dengan hal itu ketika membaca buku ini. Aku lupa dengan waktu, sampai-sampai aku tidak tidur selama semalam dan kekampus hampir tidak mandi (haha)
Gerakan anti kekerasan adalah suatu gerakan yang diciptakan oleh Mahatma Gandhi ketika ia dipenjara di Afrika Selatan selama 5 tahun. Karena merasakan ketidakadilan, Mahatma Gandhi berfikir sepanjang pagi sampai malam untuk membuat sebuah gerakan yang bisa mengubah dunia. Setelah selama 1 tahun berfikir keras dan menulis sepanjang pagi sampai malam terciptalah gerakan anti kekerasan.
Gerakan anti kekerasan ini menyebar keluar dari penjara gandhi layaknya angin. Gandhi menyebutnya dengan idea that can break the prison wall (dalam bahasa Indonesia: ide yang dapat menembus pintu penjara). Dari gerakan anti kekerasan yang ia cetuskan inilah ia mulai terkenal sebagai seorang yang paling menginspirasi didunia. Kenapa menginspirasi? Karena pada zamannya hampir semua permasalahan diselesaikan dengan kekerasan, dengan peperangan, dengan pertumpahan darah, tetapi Gandhi malah membuat sebuah gerakan yang sangat bertolak belakang, ia menciptakan gerakan anti kekerasan.
Gerakan anti kekerasan adalah sebuah gerakan dimana menuntut keteguhan hati yang sangat kuat untuk menjalankannya. Gerakan yang dimana menolak semua kekerasan dalam bentuk apapun dan hanya menuntut perdamaian. Didalam gerakan ini masalah apapun dilakukan dengan diplomasi, tidak ada kekerasan apapun. Jika musuh mengejek atau menyerang dengan kekerasan orang yang mengikuti gerakan ini harus tetap tenang dan tidak melakukan kekerasan balik dengan cara apapun. Disinilah hal yang paling susah. Karena ketika kau ditendang oleh seseorang, kau memilih untuk tetap tenang bukannya membalas tendangan tadi dengan emosi. Gerakan anti kekerasan ini membutuhkan kekuatan mental yang kuat dan keteguhan hati.
Selama gerakan anti kekerasan ini dilakukan, banyak sekali orang yang mengejek Gandhi dan pengikutnya disebut sebagai seorang yang tolol karena pada zaman Gandhi hidup orang-orang pada zamannya sering melakukan kekerasan dan peperangan satu sama lain sedangkan ia lebih memilih berdiam diri dan berpuasa dan melakukan diplomasi dan perdamaian. Sehingga ketika melihat pengikut Gandhi dan Mahatma Gandhi kebanyakan orang tertawa dan mengejeknya dengan sebutan orang lemah dan tolol. Perdana Mentri Inggris pada zamannya mengejek gerakannya sebagai gerakan yang tolol dimana ia mengatakan bahwa gerakan Gandhi pasti akan menghilang nantinya.
Tetapi kenyataannya tidak. Walaupun diejek dan kontras pada zamannya. Gandhi tetap memperjuangkan gerakannya. Pada awalnya ia tidak dipedulikan, kemudian orang-orang tertawa terhadapnya, tetapi pada akhirnya Gandhi memenangkan semuanya. Selama perjuangannya mempertahankan gerakan anti kekerasan ini, baru pada 20 tahun gerakannyalah ia mulai dipedulikan oleh orang lain disekitarnya. Dimana ketiak itu umur Gandhi sekitar 60 tahunan. Ketika ia ditanyakan tentang perjuangan tersebut oleh wartawan ia menjawab dengan kata " first they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win " (dalam bahasa Indonesia: Pertama dia menolakmu, kemudian tertawa kepadamu, kemudian mereka melawanmu, kemudian kau menang) sebuah kata bijak yang sekarang menjadi kata bijak yang terkenal.
Gandhi dan pengikutnya selama berjuang hanya memakai pakaian yang sederhana dan memakan makanan seadanya. Mereka bukan hanya berjuang tanpa kekerasan tetapi mereka juga menanamkan jiwa anti kekerasan dalam jiwanya. Mereka bersumpah tidak akan memakan daging selama hidupnya. Karena menurut mereka didunia ini tuhan sudah menyiapkan makanan yang cukup berupa biji-bijian dan tumbuhan untuk dimakan. Jadi tidak perlu membunuh hewan dan memakannya. Pengikut Gandhi juga sering bertapa dan bermeditasi dengan damai setiap harinya bersama Gandhi agar mereka tetap teguh dengan gerakan anti kekerasan mereka.
Ada banyak hal yang menginspriasiku ketika mengenal sosok Mahatma Gandhi. Alasan paling pertama aku terinspirasi darinya adalah gerakan anti kekerasan ini. Dimana kalau kita lihat sekarang, semua hal dilakukan dengan kekerasan, mulai dari orang tua kita mengajarkan kita, kemudian pendidikan mengajarkan kita dengan kekerasan (menghafal, memaksa kita mendapat nilai bagus) sampai bagaimana kita bekerja, dan peperangan semua dilakukan dengan kekerasan. Dan bagiku gerakan anti kekerasan kuanggap sebagi gerakan yang sangat efektif untuk melepaskan kekerasan dari dunia ini.
Alasan kedua adalah dari bagaimana ia memimpin.
Gandhi adalah termasuk pemimpin yang kucontoh dari pemimpin hebat lainnya. Ia termasuk pemimpin yang memberi contoh kepada rakyatnya. Ia rela berjalan kaki bermil-mil, melewati jalan yang kering dan panas untuk menemui rakyatnya yang berada dipedalaman. Semua dia lakukan dengan keikhlasan, bukan karena keinginan untuk dianggap hebat atau pencitraan kalau orang zaman sekarang katakan. Selain memberi contoh, sisi lain kepemimpinannya yang kuambil adalah tentang keteguhan hatinya dalam memegang prinsip. Ia berjuang selama 30 tahun! (bahkan 40 tahun mungkin), dan selama berjuang itu, ia tidak pernah keluar dari prinsip yang ia pegang dari awal ia berjuang. Mungkin kalau zaman sekarang hal seperti ini sangat sulit dilakukan, tetapi Gandhi berhasil melakukannya. Alasan lainnya adalah sisi keikhlasan dan kejujurannya. Walaupun Gandhi termasuk pemimpin yang menginsprasi dan hebat sepanjang sejarah tetapi selama ia muda ia melakukan hal yang buruk. Selama ia muda ia sangat menyukai seks. Ia sering melakukan seks kepada istrinya sejak berumur 16 tahun!. Kegemaran seksnya bukan seperti manusia pada umumnya, tetapi ia termasuk gila seks karena melakukan seks kepada istrinya ketika istrinya sendang hamil tua. Menyebabkan anak yang dikandung istrinya meninggal dunia. Selain seks Gandhi juga melanggar banyak janjinya selama muda. Tetapi walaupun banyak melakukan kesalahan, Gandhi bukannya menganggapnya sebagai kesalahan tetapi malah menganggapnya sebagai pelajaran hidup. Gandhi termasuk daftar orang hebat yang menulis auto biografinya secara jujur. Ia termasuk orang yang menulis dengan jujur rentetan kehidupannya, bukan hanya yang baik tetapi juga kisah buruknya semasa muda. Ia juga berbicara jujur dihadapan jurnalis tentang keburukannya dan tidak pernah menanggap kesalahan yang dilakukannya sebagai sebuah kesalahan.
Alasan terakhir adalah kesederhanaan hidupnya.
Gandhi adalah orang yang sederhana. Ia hanya memakan sayuran dan garam sebagai santapan sehari-harinya. Ia selalu memakai kain putih sebagai penutup tubuhnya dan menggunakan sandal sebagai pijakannya dalam berjalan. Ia selalu menolak dirinya untuk berfoya-foya dan selalu bermeditasi dan bertapa untuk mengendalikan dirinya
Untuk alasan terakhir ini aku yakin dizaman sekarang sangat susah dipraktekan dizaman sekarang yang penuh budaya hedonisme.
Ketika Gandhi meninggal dunia hampir seluruh dunia menangis kepada dirinya. Orang menangis kepada dirinya bukan karena hal yang dilakukannya tetapi orang menangis karena gerakan yang dilakukannya selama ini. Banyak orang yang meminta maaf kepada Gandhi karena melakukan kekerasan kepadanya. Hebatnya yang menangisi dirinya bukan hanya teman-temannya tetapi juga musuh-musuhnya. Mereka meminta maaf kepada Gandhi karena mengejeknya selama ini dan selalu melakukan kekerasan kepadanya.
Gandhi dengan ide dan mimpinya tentang dunia yang damai dengan gerakannya yang disebut satyagraha mampu menginspirasi dunia. Ketika kematiannya dipublikasikan, hampir seluruh dunia terinspirasi dengan gerakan anti kekerasannya. Martin Luther King termasuk orang yang terinspirasi dengan gerakan anti kekerasannya.
Ketika Gandhi meninggalkan dunia ini. Semua orang menangis dan ketika kita melihat lagi gerakannya dan Mohatma Gandhi kita pasti akan berfikir, " apakah gerakan itu memang benar-benar ada? ". Gerakan anti kekerasan, apakah ia benar-benar ada didunia ini?
Albert Einstein pernah mengatakan "(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini." mungkin benar adanya.
Kita terkadang perlu bercermin kepada Mohatma Gandhi. Kita perlu bercermin dari gerakan anti kekerasannya. Lihatlah dunia kita sekarang ini, semua hal dilakukan dengan kekerasan. Kita lupa dengan perdamaian dan cinta.
Terkadang aku berfikir, perlukah kekerasan ini ada didunia ini? Aku akan menjawab. Perlu. Kekerasan hanya digunakan untuk kebaikan. Itu jawabanku. Bagiku kekerasan didunia ini hanya melahirkan kebencian. Cobalah lihat dunia. Beberapa negara ada yang berperang satu sama lain karena alasan kebencian. Mahasiswa bertengkar satu sama lain. Semua berawal dari kekerasan.
Kita perlu berkaca kepada gerakan anti kekerasan Gandhi. Kita membutuhkan kedamaian dan kegiatan anti kekerasan didunia ini agar dunia ini lebih baik dan damai.
Ada satu kata bijak dari Mahatma Gandhi yang selalu menginspirasiku. Katanya berbunyi seperti ini: " be the change that you want to see in the world ". Jadilah perubahan yang ingin kau lihat didunia ini.
Apapun itu lakukanlah hidupmu demi kebaikan. Itulah hal yang terbaik yang bisa dilakukan manusia dalam hidupnya.
Selasa, 29 Desember 2015
Sabtu, 05 Desember 2015
Zaman Edan (tetaplah berbuat baik)
Zaman Edan adalah sebuah julukan untuk zaman dimana moral manusia semakin jatuh dan hancur. Di tempatku Zaman ini diberi zaman lain, yaitu Zaman Kali Yuga.
Zaman Edan/Kali Yuga adalah sebuah zaman dimana manusia menjadi materialistis dan egois. Moral semakin jatuh dan manusia rela melakukan kejahatan, kecurangan demi mendapatkan kedudukan atau keuntungan materi. Peraturan yang dibuat pemerintah ditentang. Pemerintah dan pemimpin hanya meracuni rakyatnya dengan segala janji palsu dan kebohongan. Di zaman ini manusia yang baik hanya berada di angka 25% sedangkan kejahatan berada di posisi yang paling berbahaya, yaitu: 75%. Zaman ini terjadi sekarang dan katanya akan berakhir 5000 tahun lagi.
Kalian boleh percaya atau tidak dengan ramalan itu. Tetapi aku disini sebagai orang yang pecinta hal yang "mistik" termasuk setuju dengan adanya Kali Yuga ini. Banyak hal yang kusetujui, seperti manusia yang semakin egois, semakin materialistik, semakin malas, dan banyak lagi. Tetapi bagian yang paling kusetujui dari ramalan ini adalah pernyataannya yang menyatakan bahwa kebaikan hanya berada diangka 25% dan kejahatan berada diangka terburuk, yaitu: 75%. Aku benar-benar menyadari kenyataan ini.
Selama aku kecil sampai hidup sampai sekarang, hal yang selalu kulihat adalah kebaikan selalu terinjak-injak. Dari semenjak kecil, aku masih ingat sewaktu aku menonton film wall-e yang menceritakan tentang bahaya sampah dimasa depan. Film itu terkenal dikalangan anak kecil zaman dahulu. Tetapi menghilang maknanya sekarang. Aku yang dulu menonton film itu, tetap saja membuang sampah sembarang sekarang dan seringkali malas-malasan. Aku merasa makna dalam film itu hanya sebuah kembang api yang indah saja, sehabis meledak, hilang sudah. Makna yang diajarkan film itu seperti masuk dari telinga kanan ke telinga kiri.
Film-film yang lain juga sama berakhirnya. Mulai dari tommorow land, shunshine superman sampai yang paling kuingat: Laskar Pelangi. Semua maknanya hanya hilang begitu saja. Film-film bermakna seperti itu dizaman sekarang hanyalah sebuah tontonan saja, jarang ada orang sekarang yang mau menjadikannya cerminan dalam diri untuk kebaikan diri.
Bukan hanya film. Musik, acara tv, pendidikan, sampai politik-pun berubah menjadi kebodohan. Alasannya hanya satu, yaitu karena manusia semakin menuhankan materialistik. Jiwa manusia semakin kotor karena tercemar uang dan kedudukan. Manusia sudah semakin kehilangan jiwa "manusia"-nya. Jiwanya berubah menjadi kotor, egois, individualis, dan penuh keserakahan.
Mungkin ini hanya ungkapan kosong seorang manusia dan hanya dilihat dari sisi psikologis penulis saja. Tetapi aku benar-benar merasa ini adalah kenyataan yang nyata. Kenyataan bahwa dunia sekarang semakin hancur keberadaannya.
Dulu aku masih ingat sewaktu aku SD, dimana MTV masih bagus-bagusnya memutar lagu-lagu berkualitas. Sekarang yang kulihat hanyalah acara-acara tv tidak bermutu diTv. Aku bahkan merasa biasa-biasa saja sewaktu pergi dari Bali ke Jogja tanpa membawa Tv. Sampai sekarang tidak ada Tv di kosku. Tetapi aku biasa-biasa saja, kukatakan pada ibuku waktu ia menelponku bahwa aku tidak apa-apa jika tidak menonton acara tv di kos (haha..)
Aku juga ingat dulu sewaktu Bali masih sepi dan damai. Masih sejuk dan damai. Waktu dimana pantai kuta belum seramai sekarang. Sewaktu hotel dan cafe belum bertebaran dimana-mana. Aku masih ingat sewaktu itu aku bermain-main ke pantai dengan senang sekali. Masih sepi, penduduk pantainya ramah, dan air pantainya masih bersih dan sejuk. Tetapi sekarang apa? Bali tidak seindah yang dahulu lagi. Pantai dimana-mana ramai dengan turis dan tumbukan sampah. Suasana sudah panas, dan paling parah: peminta-minta/pengemis semakin bertebaran dimana-mana.
Aku tidak mau membahasnya mendalam-dalam. Tetapi aku benar-benar kesal dengan keadaan saat ini. Semua sudah berubah. Kalau dahulu orang benyanyi demi mengungkapkan perasaannya yang mendalam, sekarang orang benyanyi hanya untuk mendapatkan uang dan popularitas. Begitu juga dengan mahasiswa dan para pekerja. Mereka tujuannya hanya untuk mendapatkan tittle dan kedudukan. Jarang kulihat lagi sekarang aktivis-aktivis sosial. Jarang kulihat lagi sosok Muhammad Ali. Sosok Sukarno. Sosok James Bond dan sosok-sosok lainnya yang gila dan menginspirasi.
Aku tidak bermaksud untuk mengejek zaman sekarang. Aku hanya tidak suka dengan perkembangan dunia sekarang yang bukannya membuat manusia semakin membaik malah semakin membuat orang serakah, egois, dan malas yang menyebabkan politik yang menjadi tidak berbudaya, sosok-sosok pemimpin yang bodoh dan tidak berkopeten memimpin, musisi yang menciptakan lagu tak bermutu. Tetapi mengapa mereka terkenal? Mungkin dunia ini mulai terbalik.
Jawabannya karena: dunia ini memang tidak selamanya baik. Dunia itu seperti Roda. Tidak akan selamanya berada diatas, pasti akan ada saatnya ia akan mengelinding dan berbalik membuat posisi Roda itu berada dibawah. Kita sekarang berada diposisi bawah. Ini bukan berarti sebuah keburukan. Karena kebenaran dan kebaikan itu tidak lemah. Cahaya itu tidak lemah dikegelapan, malah sebaliknya semakin gelap sesuatu, semakin teranglah cahaya itu. Seperti dizaman sekarang. Cahaya itu sangat kontras di sekililing kita. Mereka para aktivis dan pemimpin yang menginspirasi pasti menjadi pusat perhatian manusia di zaman sekarang. Mereka-lah cahaya. Mereka adalah cahaya dari gelapnya zaman Edan ini.
Aku tidak pernah berusaha untuk menanggap dunia ini buruk, tetapi yang ingin kutanggapi bahwa dizaman apapun manusia hidup, manusia tetap bisa berbuat baik. Baik itu adalah sebuah pilihan. Dizaman sekarang menjadi baik memang hal yang susah, tetapi tetap kembali ke pernyataan yang pertama. Baik adalah sebuah pilihan.... aku hanya ingin mengucapkan sebuah ucapan rasa bangga kepada mereka yang selama ini tetap menjadi baik terus. Kepada para musisi yang tetap menghasilkan musik berkualitas, kepada pemimpin yang masih mengenal kebaikan dan kasih sayang, kepada manusia yang masih mengetahui tanah yang dipijaknya dan kepada para pemeluk agama (manapun) yang masih tenang dan tidak bertengkar satu sama lain.
Walaupun kebaikan hanyalah 25% dan kejahatan 75% berdasarkan ramalan, tetapi kebaikan harus tetap dipertahankan. Kita adalah manusia, maka jadilah manusia. Jangan menjadi tanaman, hewan, bahkan robot. Manusia adalah manusia, yang mempunyai perasaan dan empati. Tetaplah berbuat baik.
Zaman Edan/Kali Yuga adalah sebuah zaman dimana manusia menjadi materialistis dan egois. Moral semakin jatuh dan manusia rela melakukan kejahatan, kecurangan demi mendapatkan kedudukan atau keuntungan materi. Peraturan yang dibuat pemerintah ditentang. Pemerintah dan pemimpin hanya meracuni rakyatnya dengan segala janji palsu dan kebohongan. Di zaman ini manusia yang baik hanya berada di angka 25% sedangkan kejahatan berada di posisi yang paling berbahaya, yaitu: 75%. Zaman ini terjadi sekarang dan katanya akan berakhir 5000 tahun lagi. Kalian boleh percaya atau tidak dengan ramalan itu. Tetapi aku disini sebagai orang yang pecinta hal yang "mistik" termasuk setuju dengan adanya Kali Yuga ini. Banyak hal yang kusetujui, seperti manusia yang semakin egois, semakin materialistik, semakin malas, dan banyak lagi. Tetapi bagian yang paling kusetujui dari ramalan ini adalah pernyataannya yang menyatakan bahwa kebaikan hanya berada diangka 25% dan kejahatan berada diangka terburuk, yaitu: 75%. Aku benar-benar menyadari kenyataan ini.
Selama aku kecil sampai hidup sampai sekarang, hal yang selalu kulihat adalah kebaikan selalu terinjak-injak. Dari semenjak kecil, aku masih ingat sewaktu aku menonton film wall-e yang menceritakan tentang bahaya sampah dimasa depan. Film itu terkenal dikalangan anak kecil zaman dahulu. Tetapi menghilang maknanya sekarang. Aku yang dulu menonton film itu, tetap saja membuang sampah sembarang sekarang dan seringkali malas-malasan. Aku merasa makna dalam film itu hanya sebuah kembang api yang indah saja, sehabis meledak, hilang sudah. Makna yang diajarkan film itu seperti masuk dari telinga kanan ke telinga kiri.
Film-film yang lain juga sama berakhirnya. Mulai dari tommorow land, shunshine superman sampai yang paling kuingat: Laskar Pelangi. Semua maknanya hanya hilang begitu saja. Film-film bermakna seperti itu dizaman sekarang hanyalah sebuah tontonan saja, jarang ada orang sekarang yang mau menjadikannya cerminan dalam diri untuk kebaikan diri.
Bukan hanya film. Musik, acara tv, pendidikan, sampai politik-pun berubah menjadi kebodohan. Alasannya hanya satu, yaitu karena manusia semakin menuhankan materialistik. Jiwa manusia semakin kotor karena tercemar uang dan kedudukan. Manusia sudah semakin kehilangan jiwa "manusia"-nya. Jiwanya berubah menjadi kotor, egois, individualis, dan penuh keserakahan.
Mungkin ini hanya ungkapan kosong seorang manusia dan hanya dilihat dari sisi psikologis penulis saja. Tetapi aku benar-benar merasa ini adalah kenyataan yang nyata. Kenyataan bahwa dunia sekarang semakin hancur keberadaannya.
Dulu aku masih ingat sewaktu aku SD, dimana MTV masih bagus-bagusnya memutar lagu-lagu berkualitas. Sekarang yang kulihat hanyalah acara-acara tv tidak bermutu diTv. Aku bahkan merasa biasa-biasa saja sewaktu pergi dari Bali ke Jogja tanpa membawa Tv. Sampai sekarang tidak ada Tv di kosku. Tetapi aku biasa-biasa saja, kukatakan pada ibuku waktu ia menelponku bahwa aku tidak apa-apa jika tidak menonton acara tv di kos (haha..)
Aku juga ingat dulu sewaktu Bali masih sepi dan damai. Masih sejuk dan damai. Waktu dimana pantai kuta belum seramai sekarang. Sewaktu hotel dan cafe belum bertebaran dimana-mana. Aku masih ingat sewaktu itu aku bermain-main ke pantai dengan senang sekali. Masih sepi, penduduk pantainya ramah, dan air pantainya masih bersih dan sejuk. Tetapi sekarang apa? Bali tidak seindah yang dahulu lagi. Pantai dimana-mana ramai dengan turis dan tumbukan sampah. Suasana sudah panas, dan paling parah: peminta-minta/pengemis semakin bertebaran dimana-mana.
Aku tidak mau membahasnya mendalam-dalam. Tetapi aku benar-benar kesal dengan keadaan saat ini. Semua sudah berubah. Kalau dahulu orang benyanyi demi mengungkapkan perasaannya yang mendalam, sekarang orang benyanyi hanya untuk mendapatkan uang dan popularitas. Begitu juga dengan mahasiswa dan para pekerja. Mereka tujuannya hanya untuk mendapatkan tittle dan kedudukan. Jarang kulihat lagi sekarang aktivis-aktivis sosial. Jarang kulihat lagi sosok Muhammad Ali. Sosok Sukarno. Sosok James Bond dan sosok-sosok lainnya yang gila dan menginspirasi.
Aku tidak bermaksud untuk mengejek zaman sekarang. Aku hanya tidak suka dengan perkembangan dunia sekarang yang bukannya membuat manusia semakin membaik malah semakin membuat orang serakah, egois, dan malas yang menyebabkan politik yang menjadi tidak berbudaya, sosok-sosok pemimpin yang bodoh dan tidak berkopeten memimpin, musisi yang menciptakan lagu tak bermutu. Tetapi mengapa mereka terkenal? Mungkin dunia ini mulai terbalik.
Jawabannya karena: dunia ini memang tidak selamanya baik. Dunia itu seperti Roda. Tidak akan selamanya berada diatas, pasti akan ada saatnya ia akan mengelinding dan berbalik membuat posisi Roda itu berada dibawah. Kita sekarang berada diposisi bawah. Ini bukan berarti sebuah keburukan. Karena kebenaran dan kebaikan itu tidak lemah. Cahaya itu tidak lemah dikegelapan, malah sebaliknya semakin gelap sesuatu, semakin teranglah cahaya itu. Seperti dizaman sekarang. Cahaya itu sangat kontras di sekililing kita. Mereka para aktivis dan pemimpin yang menginspirasi pasti menjadi pusat perhatian manusia di zaman sekarang. Mereka-lah cahaya. Mereka adalah cahaya dari gelapnya zaman Edan ini.
Aku tidak pernah berusaha untuk menanggap dunia ini buruk, tetapi yang ingin kutanggapi bahwa dizaman apapun manusia hidup, manusia tetap bisa berbuat baik. Baik itu adalah sebuah pilihan. Dizaman sekarang menjadi baik memang hal yang susah, tetapi tetap kembali ke pernyataan yang pertama. Baik adalah sebuah pilihan.... aku hanya ingin mengucapkan sebuah ucapan rasa bangga kepada mereka yang selama ini tetap menjadi baik terus. Kepada para musisi yang tetap menghasilkan musik berkualitas, kepada pemimpin yang masih mengenal kebaikan dan kasih sayang, kepada manusia yang masih mengetahui tanah yang dipijaknya dan kepada para pemeluk agama (manapun) yang masih tenang dan tidak bertengkar satu sama lain.
Walaupun kebaikan hanyalah 25% dan kejahatan 75% berdasarkan ramalan, tetapi kebaikan harus tetap dipertahankan. Kita adalah manusia, maka jadilah manusia. Jangan menjadi tanaman, hewan, bahkan robot. Manusia adalah manusia, yang mempunyai perasaan dan empati. Tetaplah berbuat baik.
Jumat, 27 November 2015
Kangen semuanya
Note: Mungkin ini pesan yang sedikit manja dan sedikit curhat.
Terkadang belakangan ini aku sangat kangen dengan Bali, kangen dengan masakannya, dengan adatnya, dan tempat wisatanya. Ketika aku menempuh pelajaran di Yogja ini selama beberapa bulan (kira-kira sudah 4 bulanan lebih) aku merasa sangat kehilangan. Aku jadi mulai mengerti bag
aimana indahnya masa laluku, indahnya Baliku. Mungkin benar kata beberapa orang bahwa seseorang baru mengetahui sesuatu itu indah ketika ia sudah kehilangannya. Aku terkadang merasa kosong dan ingin pulang kembali ke Bali. Beberapa orang mengatakan bahwa masa tahun pertama kuliah anak rantau itu yang tersulit karena kangen orang tua, kangen makanan dari asalnya, kangen budaya tempat asalnya, dan masih banyak lagi. Aku setuju dengan perkataan orang itu. Selama aku disini (di Jogja) aku sering memilih untuk menyibukan diri dan sebisa mungkin menghindari diam di kos terlalu lama karena ketika aku berada di kos, khayalanku ku kemana-mana yang menyebabkan aku teringat masa laluku di tempat asalku.
Beberapa temanku di Universitas mengatakan bahwa mereka kuat untuk melewati universitas ini tanpa orang tua, bahkan ada beberapa yang sangat bahagia karena bisa lari dari orang tuanya dan tidak ingin kembali lagi ketempat asalnya. Tetapi bagiku tidak bisa, karena hampir semua hal indah dan ajaib yang pernah kulakukan ada di tempat asalku, Bali.
Di Jogja suasana dan budaya disini sangat berbeda. Jika di Bali biasanya bencana alam paling terburuknya adalah gempa bumi, di Jogja bencana alam berbahayanya bermacam-macam, mulai dari Badai, Gempa Bumi , Gunung meletus, dan masih banyak lagi. Aku juga merasa hidup dilingkungan kampus yang sangat berpolusi sehingga aku sering heran mengapa aku bisa sakit padahal makan selalu teratur, dan tidur cukup. Entahlah -_-.
Kenangan yang paling aku susah lupakan adalah kenangan masa SMA. Kenangan itu bagaikan sebuah mutiara yang paling indah yang pernah kutemui. Tetapi ketika sekarang aku berpisah dengan temanku sewaktu SMA aku menjadi merasa sangat kehilangan. Sekarang hanyalah memori dan baju putih abu-abuku sudah terlipat rapi di lemari.
Terkadang aku merasa takut menghadapi masa depan karena kenangan masa SMA ini. Aku terikat dengan keindahannya masa SMA sehingga aku merasa malas untuk belajar di Universitas. Aku serasa ingin pulang cepat-cepat ke Bali, bertemu dengan teman-temanku. Menikmati quality time yang terjadi, dan mungkin sombong-sombongan dengan kedudukanku sekolah di UGM (haha..).
Terkadang karena kenangan masa SMA ini aku merasa bimbang dengan keputusanku yang menganggap sistem pendidikan kita jelek. Aku sering berfikir sistem pendidikan kita itu bagus karena aku selama SMA mengalami banyak kejadian yang memorial dan hebat sehingga seandainya aku merubah sistem pendidikan ini aku sering merasa sangat bimbang. Aku takut menghilangkan kesempatan oranglain yang masuk ke masa SMA untuk bersenang-senang seperti yang kulakukan. Mereka juga berhak untuk mendapatkannya.
Tetapi aku sadar bahwa pendidikan ini banyak kelemahannya dan aku harus mengubahnya apapun yang terjadi. Aku boleh merasa kasihan dengan masa SMAku, tetapi aku tidak boleh kasian dengan anak muda diluar sana yang menempuh pendidikan SMA. Masa depan mereka akan lebih berat jika aku masih membiarkan sistem pendidikan seperti ini. Karena masa depan lebih menginginkan seseorang yang kreatif, spesialis daripada seorang yang bisa segalanya. Kalau sistem pendidikan ini tetap dijalankan, maka makin banyak orang yang akan menganggur dan bermalas-malasan. Aku tidak mau hal itu terjadi.
Intinya. Aku sangat kangen dengan tempat asalku, Bali. Terutama dengan teman-temanku yang dan orang tuaku. Aku tau aku merasa kangen, tetapi aku juga harus memiliki tujuan. life is to die. Hidup adalah untuk mati. Maka gunakan waktumu bukan untuk menyesali sesuatu. Tetapi untuk kebaikan bersama. Kalau memang kita kehilangan sesuatu, kita harus merelakannya dan menciptakan sesuatu yang baru lagi. Seperti itu-lah hidup. Tidak ada sesuatu yang selamanya abadi, akan ada saatnya manusia diberi cobaan. Mungkin masa SMA adalah masa-ku bersenang-senang, tetapi sekarang masaku kuliah adalah masaku untuk serius, masaku untuk menjadi agent of change, memang situasi tidak akan sama lagi seperti masa SMA, tetapi ya memang inilah kehidupan. Kita tidak bisa menentangnya, tetapi kita bisa menjalaninya dengan ketabahan hati.
Terkadang belakangan ini aku sangat kangen dengan Bali, kangen dengan masakannya, dengan adatnya, dan tempat wisatanya. Ketika aku menempuh pelajaran di Yogja ini selama beberapa bulan (kira-kira sudah 4 bulanan lebih) aku merasa sangat kehilangan. Aku jadi mulai mengerti bag
aimana indahnya masa laluku, indahnya Baliku. Mungkin benar kata beberapa orang bahwa seseorang baru mengetahui sesuatu itu indah ketika ia sudah kehilangannya. Aku terkadang merasa kosong dan ingin pulang kembali ke Bali. Beberapa orang mengatakan bahwa masa tahun pertama kuliah anak rantau itu yang tersulit karena kangen orang tua, kangen makanan dari asalnya, kangen budaya tempat asalnya, dan masih banyak lagi. Aku setuju dengan perkataan orang itu. Selama aku disini (di Jogja) aku sering memilih untuk menyibukan diri dan sebisa mungkin menghindari diam di kos terlalu lama karena ketika aku berada di kos, khayalanku ku kemana-mana yang menyebabkan aku teringat masa laluku di tempat asalku.
Beberapa temanku di Universitas mengatakan bahwa mereka kuat untuk melewati universitas ini tanpa orang tua, bahkan ada beberapa yang sangat bahagia karena bisa lari dari orang tuanya dan tidak ingin kembali lagi ketempat asalnya. Tetapi bagiku tidak bisa, karena hampir semua hal indah dan ajaib yang pernah kulakukan ada di tempat asalku, Bali.
Di Jogja suasana dan budaya disini sangat berbeda. Jika di Bali biasanya bencana alam paling terburuknya adalah gempa bumi, di Jogja bencana alam berbahayanya bermacam-macam, mulai dari Badai, Gempa Bumi , Gunung meletus, dan masih banyak lagi. Aku juga merasa hidup dilingkungan kampus yang sangat berpolusi sehingga aku sering heran mengapa aku bisa sakit padahal makan selalu teratur, dan tidur cukup. Entahlah -_-.
Kenangan yang paling aku susah lupakan adalah kenangan masa SMA. Kenangan itu bagaikan sebuah mutiara yang paling indah yang pernah kutemui. Tetapi ketika sekarang aku berpisah dengan temanku sewaktu SMA aku menjadi merasa sangat kehilangan. Sekarang hanyalah memori dan baju putih abu-abuku sudah terlipat rapi di lemari.
Terkadang aku merasa takut menghadapi masa depan karena kenangan masa SMA ini. Aku terikat dengan keindahannya masa SMA sehingga aku merasa malas untuk belajar di Universitas. Aku serasa ingin pulang cepat-cepat ke Bali, bertemu dengan teman-temanku. Menikmati quality time yang terjadi, dan mungkin sombong-sombongan dengan kedudukanku sekolah di UGM (haha..).
Terkadang karena kenangan masa SMA ini aku merasa bimbang dengan keputusanku yang menganggap sistem pendidikan kita jelek. Aku sering berfikir sistem pendidikan kita itu bagus karena aku selama SMA mengalami banyak kejadian yang memorial dan hebat sehingga seandainya aku merubah sistem pendidikan ini aku sering merasa sangat bimbang. Aku takut menghilangkan kesempatan oranglain yang masuk ke masa SMA untuk bersenang-senang seperti yang kulakukan. Mereka juga berhak untuk mendapatkannya.
Tetapi aku sadar bahwa pendidikan ini banyak kelemahannya dan aku harus mengubahnya apapun yang terjadi. Aku boleh merasa kasihan dengan masa SMAku, tetapi aku tidak boleh kasian dengan anak muda diluar sana yang menempuh pendidikan SMA. Masa depan mereka akan lebih berat jika aku masih membiarkan sistem pendidikan seperti ini. Karena masa depan lebih menginginkan seseorang yang kreatif, spesialis daripada seorang yang bisa segalanya. Kalau sistem pendidikan ini tetap dijalankan, maka makin banyak orang yang akan menganggur dan bermalas-malasan. Aku tidak mau hal itu terjadi.
Intinya. Aku sangat kangen dengan tempat asalku, Bali. Terutama dengan teman-temanku yang dan orang tuaku. Aku tau aku merasa kangen, tetapi aku juga harus memiliki tujuan. life is to die. Hidup adalah untuk mati. Maka gunakan waktumu bukan untuk menyesali sesuatu. Tetapi untuk kebaikan bersama. Kalau memang kita kehilangan sesuatu, kita harus merelakannya dan menciptakan sesuatu yang baru lagi. Seperti itu-lah hidup. Tidak ada sesuatu yang selamanya abadi, akan ada saatnya manusia diberi cobaan. Mungkin masa SMA adalah masa-ku bersenang-senang, tetapi sekarang masaku kuliah adalah masaku untuk serius, masaku untuk menjadi agent of change, memang situasi tidak akan sama lagi seperti masa SMA, tetapi ya memang inilah kehidupan. Kita tidak bisa menentangnya, tetapi kita bisa menjalaninya dengan ketabahan hati.
Minggu, 22 November 2015
Negara ilusi Atlantis
Bagiku negara paling unik di dunia ini adalah Indonesia. Mengapa aku mengatakan seperti itu? karena hampir semua keanekaragaman di Indonesia bisa saling hidup bersampingan. Kebanyakan perbedaan disini baik itu suku antar suku sampai masalah kepercayaan semuanya bisa hidup rukun. Indeks kerukunan beragama di Indonesia sampai sekarang ini masih rendah.Tetapi sayangnya, kita tidak mau melestarikan itu. Kita seperti lepas dengan jiwa "Indonesia" kita. Banyak faktor sebenarnya yang mempengaruhinya. Aku tidak mau menyebutkannya, yang pasti hal tersebut ada disekitar kita dan kita merasa ada pergolakan jiwa jika merasakan kehadirannya.
Aku terkadang sering merasa resah karena merasa hidup sendirian bersikap sok nasionalisme ke teman-temanku. Aku jadi merasakan pergolakan batin yang besar karena sering ditatap sinis karena terlalu sibuk membaca buku yang berat.
Terkadang ada yang namanya gerakan "anti-soekarnoisme" yang berasal dari era orde baru sampai sekarang. Aku tidak tahu apakah gerakan ini benar masih ada atau tidak tetapi aku benar-benar merasakan bahwa kita seakan-akan lari dari program-program hebatnya Sukarno. Kita seperti kehilangan jiwa patriotisme kita terhadap negara. Kita seperti kodok di atas air yang panas, kita kebingungan karena tidak bisa keluar dari panci kompor. Tapi kita masih tetap diam dan diam, padahal air sudah semakin panas dan panas. Kalau situasi terus begini, sejarah akan terulang lagi. Peristiwa besar akan terjadi lagi.
Aku berharap Jokowi bisa memperbaiki semuanya. Aku tidak menuntut banyak, aku hanya berharap semoga ia tidak melupakan inti permasalahan Indonesia. Semoga ia tidak lupa dengan kata hatinya. Aku punya cita-cita besar untuk menjadi seorang pemimpin. Tetapi kutunggu sebentar dahulu. Karena semua harus tepat pada waktunya, kalau tidak begitu pasti nanti akan belepotan.
Negara kita pernah dikatakan sebagai letak Atlantis berada, beberapa ahli tidak meragukannya sama sekali. Alantis yang merupakan negara terhebat dan termasyur pada zamannya berada di negeri ini. Walaupun beberapa orang mengatakannya itu hanya hoax tetapi aku disini percaya akan hal itu. Disini adalah sebuah negara yang anak mudanya memiliki kreatifitas yang gila. Disini bukan hanya ada seorang seniman yang duduk dan melukis diatas sebuah kursi sambil melukiskan keadaan dan pemandangan tetapi disini juga ada seorang anak kecil yang memanjat pohon tinggi cuma untuk mendengarkan musik radio.
Di Indonesia bahkan ada tukang jual roti yang berjalan dimalam hari, tradisi sahur yang giat dilakukan setiap tahunnya. Gotong Royong ada disini, bahkan di tempatku di Bali, ada sebuah jalan, dimana 4 tempat persembahyangan berdiri di satu gari lurus yang sama. Gereja, Pura, Masjid, dan Wihara semuanya berdiri ditempat yang sama. Diluar negeri semua fenomena ini adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Sesuatu yang langka dan mutiara. Tetapi mengapa kita sebagai anak muda sering sekali melupakan tanah yang dipijaknya setiap hari?
Kamis, 19 November 2015
Pimpinlah Dirimu Sendiri Terlebih Dahulu
Waktu aku mengikuti kelas kuliah agama, ada satu perkataan dosenku yang sangat membekas dalam pikiranku setelah selesai mengikuti kuliah. Kata itu adalah " sebelum kau memimpin orang, pimpinlah dirimu sendiri terlebih dahulu ". Mungkin kata ini terkesan simple bagi beberapa orang atau bahkan terkesan enteng, tetapi bagiku kata ini sangat dalam bagiku dikarenakan kondisiku sekarang yang berada diposisi sutradara dalam pementasan teater fakultas. Ketika dosenku mengucapkan kata ini aku menjadi tersadar dengan posisiku sebagai sutradara yang buruk!Dosenku ini melanjutkan kata-katanya, ia berkata bahwa memerintah seseorang itu gampang sekali, tetapi ketika kita memimpin diri kita sendiri itu lebih susah. Ketika kita memerintah seseorang mengeluarkan pulpen seseorang yang kita perintah itu pasti akan menuruti apa yang kita perintahkan tetapi ketika kita memerintah diri kita sendiri, ketika kita memimpin diri kita sendiri pasti akan ada pertentangan dari diri kita sendiri. Nah, pasti akan sulit bagi kita untuk memimpin diri kita sendiri dibandingkan memimpin orang lain.
Hal ini sangat membuatku terinspirasi, terkadang aku sebagai sutradara terlalu idealis dengan ide-ideku tanpa memikirkan bagaimana dampak selanjutnya. Aku terkadang terlalu keras kepala dan melupakan tentang permasalahan dalam pementasanku kedepannya. Tetapi untungnya aku dulu sudah melupakan idealisme dan sifat keras kepalaku, aku sudah mengubah semua konsep teater dan membuatnya lebih simple. Terkadang memang susah menghilangkan sifat keras kepala kita tetapi demi kebaikan bersama hal itu harus dilakukan.
Kata-kata dosen agamaku mengingatkanku bahwa aku harus menjadi pemimpin yang tahu juga tentang bawahanku, bukan hanya memerintah saja. Aku yakin kalau kita sudah terbiasa memimpin diri kita sendiri, kita pasti akan menjadi pemimpin yang bagus juga. Ketika kita sudah bisa memimpin diri kita sendiri otomatis disaat kita memimpin bawahan akan menjadi serius, bukan hanya main-main. Kita akan lebih berfikir kedepan dan tidak menganggap semua hal gampang. Aku sudah banyak melihat sutradara di Fakultasku dan kebanyakan dari mereka hanyalah seseorang yang idealis dengan idenya. Menganggap semua gampang, kerjanya cuma memerintah dan memerintah saja tetapi ia tidak memikirkan bagaimana music yang akan diciptakan atau bagaimana penghayatan pemain yang harus dilakukan. Mereka hanya menganggap semua gampang dan menyerahkan semua tanggung jawab ke bawahan. Ia lupa memimpin dirinya sendiri, ia lupa menjadi contoh bagi bawahannya.
Tetapi dari perkataan dosenku itu aku menjadi sadar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya sekedar memerintah saja tetapi ada banyak hal yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin selain menghasilkan sesuatu, yaitu: menjadi contoh. Menjadi contoh itu hal yang terpenting. Pemimpin bukan hanya memerintah saja, tetapi juga merasakan penderitaan bawahannya. Turun langsung ke bawah dan mendengar keluh kesahnya. Aku sekarang mulai melakukannya ke pemain teaterku. Ya.. kegagalan memang kejadian yang menyakitkan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita merespon terhadap kegagalan itu.
Aku sudah mulai belajar sedikit demi sedikit.. semoga cita-citaku menjadi pemimpin bisa tersampai. Aku akan berusaha ..
Firasat Buruk
Saya akhir-akhir ini menjadi sutradara dalam kegiatan lomba tingkat fakultas. Judul teater saya adalah manusia tanah dan langit, dimana diteater ini saya memberi makna ke penonton bahwa yang membuat Indonesia ini hancur adalah karena orang dizaman sekarang yang gampang berubah pemikiran, gampang berubah prinsip yang membuat manusia menjadi gampang dihasut dan diadu domba.
Makna yang kutulis di teaterku ini sangat mendalam bagiku. Entah mengapa maknanya seperti masuk kedalam hatiku dan membuatku terkadang sangat negatif dengan masa depan Indonesia. Aku takut dengan masa depan Indonesia dikarenakan teaterku membahas tentang masa depan Indonesia yang kubuat menjadi hancur, air langka, tidak ada tumbuhan yang tumbuh, dan negara kita menjadi budak negara adi kuasa dan aku kait-kaitkan dengan manusia tanah dan langit dimana manusia tanah dan langit ini adalah dewa dan penghancurnya.
Ketika aku mengingat isi teaterku itu aku jadi merasakan Indonesia itu seperti apa di masa depan. Aku merasa ketakutan karena kita dari tahun ke tahun seperti tidak ada perkembangan. Negeri ini seperti tidak ada jiwanya sama sekali. Tidak adalagi jiwa Nasionalisme yang diajarkan Sukarno lagi. Aku merasakan kekeringan yang sangat menyakitkan. Entah mengapa, aku merasa seperti orang yang sangat kritis hari ini tentang dunia.
Apakah Indonesia ini akan berakhir buruk? Mungkin iya. Mungkin tidak. Aku serasa bingung ketika memikirkannya. Kapitalisme sekarang seperti jamur. Menghancurkan moral manusia. Manusia menjadi lebih berpaham materi (uang, keuntungan, dan seks) daripada non-materi (agama, spiritual, dan moral). Negeri kita kena dampaknya jadinya. Semua seperti telah aku bisa prediksi kemana arahnya. Aku merasa semuanya menjadi ke arah negatif. Ah! aku mikir apa ya malam ini? haha.. Entahlah! firasatku sangat kuat hari ini...
Rabu, 04 November 2015
Pendidikan Indonesia masuk rangking-62
| kaskus.co.id |
Dua hari yang lalu aku mengecek Hot Topic di Kaskus. Dan topik yang paling menarik yang kulihat adalah tentang Rangking sistem pendidikan dunia sudah dirilis. Kalau kalian belum melihatnya monggo dicek disini http://www.kaskus.co.id/thread/56376a681ee5dfd0288b456d.
Dari berita itu kucek kebawah urutannya dan yang paling membuatku terkejut adalah Rangking Indonesia yang berada tepat diperingkat ke-69. Sistem Rangking pendidikan ini terdiri dari 76 peringkat dan Indonesia berada di peringkat 69? Hahaha... aku jadi merasa sedih melihatnya.
Terkadang ketika aku membaca beritanya membuatku sedih tetapi itu malah membuat feelingku terbukti bahwa memang sistem pendidikan kita sangatlah buruk. Sekarang semua pertanyaanku memang terbukti benar, semua seperti terjawab ketika aku membaca berita ini. Berita ini seperti memberikan sebuah titik cerah untuk semua pertanyaan-pertanyaan yang selalu kutanyakan setiap hari.
Sistem pendidikan kita memang buruk. Aku ketahui itu. Tetapi buruk itu relatif. Tapi aku merasa sistem pendidikan kita ini lebih banyak buruknya daripada baiknya. Mulai dari bagaimana kurikulumnya sampai muridnya. Tetapi tentu saja semua itu balik kepribadian masing-masing. Tetapi menurutku yang paling buruk dari sistem pendidikan ini adalah kurikulumnya. Kurikulum kita terlalu berbobot. Terlalu maju kata temanku. Anak SD yang seharusnya diajarkan permainan dan hal-hal yang merangsang keaktifan siswanya tetapi mereka malah diajarkan ajaran matematika, dan ilmu berat lainnya. Mereka yang seharusnya diajarkan untuk hal-hal yang playfull malah otak mereka dicerca dengan ilmu-ilmu berat yang seharusnya tidak diajarkan pada masanya. Bahkan Sistem Pendidikan Finlandia baru memulai pelajaran SD saat anak itu berumur 7 tahun. Bahkan walaupun sudah masuk SD Finlandia tetap mengajarkan anak itu kegiatan yang playfull.
Masih banyak lagi kelemahan sistem pendidikan kita. Dan menurut saya yang menjadi kelemahan terbesar pendidikan kita adalah dimana murid diajarkan banyak hal dan menjadikan ketakutan sebagai motivasi dasarnya. Yang diajarkan-pun terlalu memaksa, walaupun pelajaran itu sudah sedari awal membuat siswa bosen dan berat tetapi tetap saja pendidikan kita memaksanya bahkan diharapkan siswanya untuk mendapatkan nilai yang bagus untuk mendapatkannya, apapun caranya.
Ah.. itulah permasalahan kita. Aku sih berharap semuanya berubah. Tetapi apakah yang diatas akan sadar? Apakah ia akan berubah ketika melihat rangking Indonesia di Rangking sistem pendidikan di Indonesia?. Aku sih berharapnya iya. Semoga mereka mau berubah.....
Langganan:
Postingan (Atom)



