Kamis, 20 April 2017

Memanusiakan diri

   Seringkali kita pasti lupa tentang banyak hal penting dalam kehidupan kita. Beberapa kejadian yang sebenarnya central secara tidak sadar kita tidak rasakan atau lihat.
   Semua hal didunia ini bisa dimaknai. Orang filasafat bilang bahwa semua hal dan benda yang ada di semesta ini kita bisa ambil filsafatnya. Entah itu pohon, entah rumput bergoyang, rumah, sepeda, dsb. Filsafat-filsafat itu penting untuk kita memberikan sebuah 'kesan' kepada diri sendiri.
   Kelebihan manusia dengan makhluk lainnya adalah bahwa manusia memiliki kesadaran. Ini berarti bahwa manusia mampu mengetahui dan memilah hal-hal disekitarnya. Manusia mampu mencari tahu mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah, mana yang harus dihindari dan tidak dihindari. Inilah mengapa memikirkan hidup, memerhatikan lingkungan disekitarmu terkadang
adalah hal yang penting. Kau tau.. terkadang ada waktu kita harus berdiam diri, bersenang-senang sebentar melupakan segala rutinitas. Alasannya untuk menemukan sebuah 'kesan' yang baru dalam diri. Ketika kamu kerja 'kesan' yang kamu rasakan itu saja, sehingga keputusan dalam hidup yang kau ambil sangatlah tidak optimal. Kehidupanmu hanya terbentur kerjaan, stress, gaji, dan keluarga. sedangkan kehidupan yang sebenarnya jauh daripada yang kau bayangkan. Kehidupan bisa seperti mendaki gunung, berpetualang ke luar negeri, dsb. Beristirahat dan merenung sejenak memberikanmu 'kesan' baru ini.
  Baik. Jadi kau perlu melihat keluar. Entah itu jauh dari zona nyamanmu, atau dekat disektarmu. Itu bukanlah masalah. Yang penting kau sudah mau melihat dunia disekitarmu secara lebih cermat.
  Jadi. kujelaskan. Kebanyakan manusia menganggap bahwa hidup haruslah sukses, haruslah mapan, haruslah mempunyai keluarga. Betulkan? Bagaimana pendapatmu?
Jika sudah. Sekarang lihatlah kehidupan yang bertolak belakang dari itu. Cobalah lihat orang yang tidak sukses, orang yang miskin, dan orang yang sampai sekarang jomblo. Cobalah lihat, menurutmu mereka ideal atau tidak?

Setelah itu. Berikan kesimpulan.

Jika sudah, kau akan menambah 'kesan' baru dalam kehidupanmu. Entah itu mungkin memberikan efek nyata dalam kehidupan sehari-hari, atau mungkin memperburuk. Itu kembali kepada individu masing-masing.

Kebanyakan orang menganggap hidup harus sempurna. Tetapi sebenarnya tidak. Kebahagiaan dapat kau dapatkan dimanapun, hanya saja dikarenakan keegoisanmu, kau terhalang melihat hal itu.
Terima kasih.

Selasa, 14 Juni 2016

Cobalah pikirkan.

   Beberapa ilmuwan mengkhawatirkan bumi kita ini akan mengalami kehancuran sebentar lagi. Kehancuran dunia yang dikhawatirkan ilmuwan disebabkan bukan karena hewan, tumbuhan, maupun benda mati. Tetapi dikarenakan manusia itu sendiri. Tetapi terkadang kita sering mengelak bahwa kita adalah penyebab kehancurannya. Bukan hanya mengelak kita sebagai manusia sering juga melimpahkan permasalahan kepada pemerintah, kepada presiden, dan orang lain seakan-akan merekalah yang membuat kehancuran.

   Pada kenyataannya kita sebagai manusia mempunyai sifat yang buruk dan kalau ditelusuri lebih lanjut yang penyebab sifat buruk itu bukanlah diri kita, tetapi dikarenakan sifat buruk tubuh kita. Kita sebenarnya memiliki dasar baik, tetapi kita sering sekali menuruti keinginan tubuh kita maupun pikiran kita. Sehingga kita sebagai manusia seringkali berbelok arah dari yang awalnya baik kemudian menjadi buruk. Jika kita mengikuti diri kita atau kata hati kita yang sebenarnya, kita pasti akan hanya melihat satu jalan kehidupan yang pasti, tetapi karena kita memiliki pikiran kita menjadi berfikir dua kali sebelum bertingkah. Jalan hidup kita menjadi terpecah-pecah.

   Dahulu ada seseorang ilmuwan yang berkata, bahwa jika manusia menghilang didunia ini maka seluruh kehidupan makhluk hidup dan alam akan sejahtera. Pernyataan itu benar. Kita manusia adalah makhluk hidup yang paling buruk yang pernah diciptakan tuhan. Tetapi walaupun dengan pernyataan seperti ini kita tetap tidak peduli dan tetap saja merusak dunia tanpa pernah merasa kita melakukan kesalahan. Walaupun sebanyak apapun manusia menonton film tentang kehancuran dunia, film yang menginspirasinya untuk berubah ataupun kisah hidup yang benar-benar nyata manusia akan cenderung tetap melakukan kejahatan dan keburukan. Benarkah itu? 
Cobalah pikirkan.

   Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki pikiran sehingga mereka dapat memutuskan mereka mau menjadi baik atau tidak. Sehingga dari hal itu ada sebuah kata pepatah yang sangat terkenal muncul. Yaitu: berfikirlah sebelum bertindak. Kita seringkali berfikir sebelum bertindak. Tetapi betulkah itu? Bukankah kita sebagai manusia hanya berfikir sebelum bertindak jika hanya ada masalah didepan kita atau ada hal yang menakutkan didepan kita tetapi jika kita bersenang-senang kita tidak pernah berfikir?
Cobalah pikirkan.

   Banyak sekali penyembalihan hewan, pembunuhan hewan, dan penyiksaan terhadap hewan. Kita seringkali menyalahkan mereka yang membunuh hewan tetapi benarkah itu? Bukankah kita yang selama ini memakan daging mereka setiap hari secara normal dan menganggap itu sebagai hal yang biasa?
Cobalah pikirkan.

   Mengapa kita menjelajahi luar angkasa untuk mencari kehidupan yang baru? Sedangkan kita di bumi ini sudah memiliki persediaan yang cukup untuk hidup selama bermiliar-miliar tahun. Apakah kita tidak pernah puas terhadap sesuatu? apakah kita tidak puas dengan hidup di Bumi ini lagi? apakah kekuasaan adalah hal utama kita yang kita cari didunia ini?
Cobalah pikirkan.

   Kita hidup didunia ini, tetapi kita seringkali berfikir kemasa depan dan kemasa lalu. Bahkan kita seringkali ingin mengubah hidup ini kesalah satu masa itu. Tetapi pernahkah kita berfikir untuk masa ini saja, hidup di saat ini saja, dan melupakan semua masa lalu dan masa depan?
Cobalah pikirkan.

   Kita adalah manusia yang emosional dan perasa. Ketika kita berkumpul dengan teman kita, kita akan merasakan datangnya kebahagiaan, tetapi kalau kita berkumpul dengan musuh kita, kita akan merasakan datanganya keburukan. Jika terkena masalah atau menjalani hidup yang kita anggap buruk kita pasti sering memakai perasaan kita. Tetapi apakah dengan menggunakan perasaan bisa menyelesaikan masalah yang ada? Bukankah masalah hanya bisa selesai kalau kita menyelesaikannya dengan cara yang benar walaupun merusak perasaan kita ataupun perasaan orang lain?
Cobalah pikirkan.

   Jika kita mempelajari sejarah. Kita akan menemukan bahwa setiap masalah yang ada akan selalu ada titik terang atau solusi yang datang. Terus mengapa kita selalu berfikir tentang masalah yang datang kalau kita sudah tau solusi pasti akan datang selanjutnya? Bukankah lebih baik kita melakukan sesuatu yang benar dan percaya dengan jalan yang tuhan berikan daripada memikirkan masalah yang akan kita dapatkan selanjutnya?
Cobalah pikirkan.

Senin, 16 Mei 2016

Lewati batas

  Setiap kita menjalani hidup kita pasti akan ada saja penghalang dan rintangan yang kita hadapi. Terkadang ketika kita ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, selalu saja ada peraturan yang harus kita patuhi, selalu saja ada teman yang mengganggu keinginan kita, atau mungkin kita terkena penyakit sebelum keinginan kita dapatkan.

  Ketika kita mendapatkan permasalahan-permasalahan dalam hidup terkadang kita menjadi melemah dan membuat batas dalam diri kita dalam bergerak, berfikir, dan mengambil keputusan. Padahal jika ditelisik lebih lanjut ternyata dalam diri manusia sebenarnya tidak ada batas dalam menjalani hidup, manusia sebenarnya adalah makhluk hidup yang bebas dan tidak memiliki batas dalam dirinya. Yang membuat batas dalam diri kita adalah diri kita sendiri.

  Di dunia yang serba modern ini. Teknologi membuat manusia semakin malas dalam melakukan sesuatu. Segala perkejaan rumah tangga, tugas kuliah, perhitungan belanja semua diserahkan ke teknologi membuat pikiran kita menjadi buntu dan tidak kreatif lagi. Dalam berfikir kita juga hanya mengandalkan ilmu dari dosen, guru, ataupun guru besar tetapi tidak pernah mencarinya sendiri lewat perpus, kerabat dekat, internet, dsb.

  Dari beberapa faktor itu membuat diri kita terbatas. Kita membatasi diri kita sendiri karena efek dunia luar. Kita mengikuti peraturan sekolah padahal setiap harinya kita menganggap diri kita bisa lebih pintar dari guru yang mengajar kita. Setiap harinya kita diatur oleh sistem uang sehingga memaksa kita untuk kuliah agar mendapatkan pekerjaan yang menjamin hidup padahal sebenarnya kuliah belum tentu menjamin pekerjaan yang menguntukan. Setiap harinya kita sebelum tidur selalu bertanya-tanya: " apa sih gunanya uang? " tetapi dalam realita kita tetap saja gila uang.

  Pada kenyataan inilah kehidupan kita sekarang. Semakin hari kita semakin membatasi diri kita. Semakin hari kita semakin terkurung dengan yang namanya Society Trap yang membuat kita menjadi makhluk hidup yang hanya hidup demi mendapatkan uang kemudian mati. Kita terkurung pada sebuah system yang membatasi kata hati nurani dan akal sehat kita. Kita sekarang tidak lebih hanyalah sebuah mesin yang menghasilkan duit saja. Kita lupa diri kita adalah sebuah manusia yang bisa menjadi apapun yang kita inginkan.

  Semakin hari kita semakin takut dan takut menjalani hidup. Beberapa orang takut menjalani mimpinya karena dibatasi banyak faktor yang menghalang. Ada juga karena kita tidak berani melanggar peraturan yang ada. Sampai ketakutan yang terbesar yang membuat kita sangat terbatas adalah ketakutan akan kematian.

  Kehidupan seperti itu benar-benar limited/sedikit, kehidupan seperti itu sebenarnya bukanlah yang kita inginkan. Kita seharusnya bisa membuat sebuah kehidupan yang benar-benar bebas dan membahagiakan. Tanpa batas dan betul-betul merdeka. Kita seharusnya membuat sebuah kehidupan yang penuh keberanian, inspirasi, dan bebas. Sehingga anak-anak kita nanti kelak juga terkena imbas positif kehidupan kita.

  Jangan berusaha mengubah sistem yang ada didunia ini. Jangan juga memaksa orang untuk melewati batas dalam dirinya. Cukup mencoba dari diri kita sendiri saja. Kitalah negara itu, kitalah sistem itu. Manusialah yang menciptakan sistem dengan imajinasi mereka. Kitalah negara, sistem, dan kebudayaan yang ada. Maka buatlah sejarah bagi kehidupan kita lagi. Lebih baik mati langsung hangus daripada mati secara perlahan-lahan.
Lebih baik hidup sebentar tetapi benar-benar penuh keberanian dan sesuai keinginan kita, daripada hidup lama tetapi kita hanya mendiamkan mimpi dan keinginan kita selama ini.

" In the end it's not the years in your life that count. It's the life in your years " -abraham lincoln

Selasa, 05 April 2016

Video yang bisa membuat kalian berfikir

  Sudah lama saya tidak menulis tentang blog ini. Tetapi jujur saya ada alasan mengapa tidak menulisnya begitu lama. Alasan yang utama karena kesibukan saya yang cukup banyak. Tetapi ketauilah sebenarnya saya cukup banyak mencari hal selama ini sebagai ilmu saya menghadapi dunia nanti. Dan salah satu ilmu yang saya dapatkan dan ingin share kepada kalian adalah sebuah video yang bisa membuat kalian berfikir. Untuk saat ini saya hanya memberikan 2 video saja kepada kalian. Tetapi walaupun hanya 2 video, aku yakin 2 video ini akan membuat pikiran kalain lebih terbuka.
Baik mulai saja :
Note: Kalau tidak bisa bahasa inggris bisa mengaktifkan subtittle indonesianya di pilihan opsi.

Video 1


Video 2


Selamat menikmati :)

Senin, 25 Januari 2016

Tujuan Berperang


Perang adalah suatu hal yang bisa membuat penderitaan bagi manusia. Penderitaan yang disebabkan oleh perang bukan hanya merugikan negara yang diserang tetapi juga merugikan pihak yang menyerang, lingkungan, dan generasi selanjutnya. Dilihat dari pengamatan saya selama melihat peperangan yang saya lihat hanyalah kerugian dan kesedihan yang terjadi. Mungkin ada yang memenangi peperangan tetapi pada akhirnya yang kita lihat hanyalah kesedihan dimana-mana.

  Di zaman sekarang peperangan adalah sesuatu yang biasa terjadi. Jangankan atar negara berperang,  sekarang peperangan sudah menjadi lebih spesifik lagi, seperti perang antar suku, perang antar ormas, bahkan perang antar keluarga-pun sering terjadi. Seperti yang saya katakan sebelumnya, peperangan walaupun ada pihak yang menang bagi saya peperangan hanya membuat kerugian dan kesedihan saja.

  Tetapi bagi kalian yang bersedih dengan perang saya sarankan janganlah bersedih karena dengan adanya peperangan manusia akan tahu mana yang benar dan salah karena memang fungsi adanya perang adalah untuk memunculkan kebenaran. Dengan adanya perang masyarakat akan tahu pihak mana yang sebenarnya melakukan kebenaran dan pihak mana yang melakukan kesalahan. Orang yang berperang adalah orang yang berperan penting dalam memunculkan kebenaran itu. Karena tujuan berperang sebenarnya hanya memunculkan kebenaran saja selain itu tujuan yang lainnya hanya merusak dan membuat kesedihan.

  Akhir-akhir ini ada peperangan yang besar yang tidak bisa didamaikan dengan cara diplomasi, seperti ISIS dengan negara besar seperti: Amerika Serikat, Rusia, Iran, dsb. Peperangan besar ini kita tidak boleh kasihani. Kasihan dalam artian kita berusaha untuk mendamaikannya. Ketika memang sebuah peperangan tidak bisa dihentikan dengan diplomasi maka peperangan yang dilakukan dengan kekerasan memang harus dilakukan. Sekarang kalau kita lihat peperangan ISIS dengan negara besar sudah mulai terlihat memunculkan kebenarannya. Maka oleh karena itu, janganlah mengasihani peperangan. Dengan adanya peperangan malah membuat kebenaran itu muncul.

  Cara diplomasi dan damai memang adalah cara yang terbaik. Tetapi kalau memang salah satu pihak terlalu keras kepala, menolak cara diplomasi dan mengumumkan peperangan maka kita tidak bisa lagi menggunakan cara diplomasi dan damai lagi sampai pihak tersebut menyerah. Terpaksa kita harus menggunakan kekerasan untuk membuktikan kebenaran itu. Karena ketika cara diplomasi dan damai tidak bisa digunakan lagi dan peperangan harus terjadi maka peperangan yang keras harus terjadi, kalau tidak semua penduduk dunia akan lebih menderita lagi.

  " Ketika sebuah pohon sudah terlalu beracun sebanyak apapun kita berikan pupuk pohon itu akan tetap beracun. Jika pohon tetap berada disana, maka ia akan meracuni sekitarnya dan cara terbaik untuk membuat suasana menjadi tentram kembali adalah dengan mencabut pohon tersebut, memusnahkannya, dan menggantinya dengan pohon yang baru lagi "

Setuju?

Minggu, 24 Januari 2016

Hukum Rimba

  Ketika kita melihat perkembangan teknologi sekarang kita akan melihat perkembangan yang sangat pesat dan canggih. Berkat adanya teknologi dunia sekarang kehidupan di dunia menjadi lebih dipermudah dan lebih modern dari sebelumnya. Ada beberapa dampak positif yang sangat berdampak dengan adanya teknologi ini dan ada juga dampak negatifnya seperti: moral manusia yang semakin rendah, manusia yang semakin malas, masyarakat yang gampang terprovokasi, dsb. Dari semua hal negatif itu sebenarnya semua bisa dihilangkan ketika manusia memiliki dasar yang kuat dan kokoh. Tanpa berpegangan dengan dasar yang kuat, maka manusia akan jatuh dan gampang terpengengaruhi, seperti perkataan Peter Hamilton, " If you dont stand for something, you will fall for anything " ( jika kamu tidak berpegangan pada suatu hal, maka kamu akan jatuh untuk hal yang lainnya ).


  Apakah dasar yang aku maksud itu? Dasar yang kumaksud adalah dasar manusia dalam bermasyarakat, beragama, bergaul, menerima keadaan, sdb. Sebagai makhluk sosial manusia tidak akan bisa hidup sendirian. Di zaman sekarang yang penuh dengan individualistis dan budaya konsumsi yang sangat kuat sangat memungkinkan adanya hukum rimba. Dimana hukum rimba menyatakan bahwa hanya orang yang terkuatlah yang akan selamat dari seleksi alam sedangkan orang yang lemah akan terinjak-injak. Dimana ketika hukum rimba berlaku maka hanya ada orang terkuat dan terlemah. Yang kuat akan menindas yang lemah dan yang lemah akan menuruti yang terkuat. Dengan adanya sifat individualistis dan budaya hodisme yang semakin menguat maka semakin kuatlah adanya hukum rimba ini dan jika diteruskan maka jarak antara yang kuat dan miskin akan semakin lebar dan dampak terburuknya adalah adanya penindasan dari kuat ke lemah.

  Situasi adanya hukum rimba sekarang ini sudah berlaku, bahkan sudah berlaku sebelum kita lahir, bahkan hukum rimba ini saya yakin sudah ada semenjak manusia itu ada. Karena semasih manusia memiliki pemikiran bahwa dialah yang paling hebat, dialah yang terpintar, dsb. Ketika manusia masih lebih memperdulikan dirinya sendiri daripada orang lain maka hukum rimba ini pasti ada.

  Saya disini tidak bisa membandingkan kuatnya hukum rimba di zaman dahulu atau di zaman sekarang. Tapi kita bisa berkaca dari pengalaman yang sebelumnya. Dengan adanya dampak efek negatif dari teknologi ini menyebabkan manusia semakin individualis dan konsumsioner. Tetapi kita bisa mengubahnya dengan memiliki dasar yang kuat. Dasar apa itu? Dasar yang membuat kita sadar bahwa kita adalah makhluk sosial dan tujuan kita adalah membantu sesama. Dengan adanya dasar ini saya yakin walaupun se-negatif apapun dampak teknologi atau se-negatif apapun dampak globalisasi, manusia akan terus saling bantu-membantu. Ketika manusia sudah saling bantu-membantu sebesar apapun masalah yang akan datang akan terselesaikan dengan baik.

  Manusia harus memiliki dasar. Dasar apapun yang kalian pilih dalam menjalani hidup usahakanlah menggunakan dasar yang membuat orang lain bahagia. Karena jika hidup kalian tidak digunakan untuk membantu orang lain, saya yakin kalian hanya membuang-buang waktu saja.
Terima Kasih. . .

Sabtu, 23 Januari 2016

Damai

Renungan :

  Kedamaian adalah salah satu tujuan yang diidam-idamkan manusia ketika ia menjalani kehidupan.
Banyak orang yang rela berkorban harta demi mengunjungi tempat yang sejuk dan indah demi mendapatkan kedamaian. Beberapa orang rela menyiksa dirinya bertapa agar mendapatkan kedamaian dan ketenangan diri dan dari semua hal yang dilakukan manusia selama hidupnya aku sangat yakin bahwa manusia memerlukan kedamaian dalam hidup.

  Ketika kita mengingat kata damai yang kita hanya lihat adalah hati yang tenang, jiwa yang tersenyum bahagia, dan sebagainya. Ketika dihadapkan dengan damai kita hanya bisa membayangkan sesuatu yang positif saja. Dimana dengan adanya kedamaian akan membawa suasana yang positif di dalam diri kita. Disatu sisi membuat diri kita positif disisi lain juga bisa berdampak positif juga terhadap lingkungan kita.

  Pada kenyataannya semua orang berdasar baik. Oleh karena itulah ketika manusia hidup ia selalu mencari kesenangan, kedamaian, dan kebenaran. Sampai saat ini saya tidak pernah melihat seseorang yang mencari sesuatu yang menurutnya tidak baik. Saya yakin manusia menjalani hidupnya sesuai dengan pilihannya yang ia suka bukan yang ia tidak suka. Dengan dasar kita yang memang baik ini lah saya yakin manusia tidak mungkin menjalani sesuatu yang buruk secara terus-menerus, pasti akan ada saat dimana manusia akan berbalik kesifat dasarnya yang baik.

  Dan inilah yang selama ini saya sadar bahwa kebutuhan yang diperlukan manusia sebenarnya adalah situasi yang damai dan membahagiakan. Saya sekarang menyadari bahwa seburuk-buruknya seseorang, seburuk-buruknya situasi yang terjadi, kebohongan, pembunuhan, dan hal-hal buruk lainnya bisa diatasi jika berakhir damai. Kalaupun situasi masih memburuk, manusia pasti menginginkan kedamaian dan akan terus memaksa agar kedamaian terjadi. Bagi saya ini adalah dikarenakan sifat dasar manusia yang memang baik. Manusia memang makhluk hidup yang menginginkan kedamaian, kesenangan, dan kebenaran.

  Jika sekarang kita lihat, ribuan orang berseteru, bertengkar bahkan saling membunuh satu sama lain. Kedamaian dalam hati mereka seperti terhalang egonya sendiri yang merusak. Begitu juga pemimpin. Banyak pemimpin yang hanya mementingkan keinginan politiknya saja dan melupakan dasarnya yang baik. Sehingga keputusan yang diambilnya hanya menyesengsarakan rakyat.

  Dasar manusia adalah baik. Ketika manusia melakukan kesalahan ia pasti mengingat tentang dasarnya yang baik. Tetapi aku sering menyayangkan mereka yang membohongi kata hatinya dan terus saja berbuat negatif dan merugikan banyak orang, tetapi bagi kalian yang melihat orang seperti itu, jangan ganggu dia. Karena ketika kita menganggunya akan hanya memperkeras sifat keras kepalanya. Cara terbaik untuk mengalahkan sifat keras kepalanya adalah dengan membiarkan dirinya berseteru dengan dirinya sendiri. Sedangkan kita sebagai manusia cukup berbuat yang baik-baik saja.

  Dasar manusia adalah baik. Menginginkan kedamaian, ketenangan, dan kebenaran. Bagi kalian yang ingin hidup bahagia, cukup mengikuti dasar kalian sebagai manusia saja. Bagiku itu sangat gampang. Karena diri kita sendiri adalah teman terbaik di dunia ini, ia adalah teman yang kita mengerti penuh tentang kelebihan dan kekurangannya. Maka cobalah untuk merenung sedikit demi sedikit tentang dirimu, cobalah mengerti tentang dasar dalam dirimu.

  Ketika manusia benar-benar membantu sama lain, ketika rakyat sejahtera, dan ketika dunia ini sudah kembali kesifat dasarnya yang damai saya yakin manusia akan menjadi baik seperti sedia kalanya. Dasar manusia adalah baik. Renungkanlah

Jumat, 22 Januari 2016

Semua Hal Ada Pada Tempatnya

   Ketika kita melihat dunia kita sekarang kita banyak melihat kekacauan, kekalutan, dan kehancuran dimana-mana. Banyak anak muda yang mabuk-mabukan, pemimpin yang tidak berkompeten, moral manusia yang semakin menurun, kasus korupsi yang tidak ada ujung penyelesaiannya, dsb. Ketika kita melihat kekalutan dunia ini kita akan merasa resah dan disaat itu kita akan memikirkan mengapa hal itu bisa terjadi. Banyak yang mengatakan karena moral anak muda yang menurun, beberapa ada yang mengatakan karena efek globalisasi, beberapa ada yang mengatakan karena ini dikarenakan kita hidup di zaman edan, dsb. Tetapi diantara semua penyebab tersebut sebenarnya ada satu hal yang menurut saya menjadi penyebab mengapa dunia ini sekarang mengalami masa gelapnya. Yaitu karena dizaman sekarang semua hal tidak ada pada tempatnya.


  Jika kita melihat tatanan masyarakat kita sekarang, kita akan melihat banyak hal yang aneh terjadi. Saya ambil contoh pemimpin. Banyak pemimpin sekarang yang memimpin hanya untuk mendapatkan popularitas dan kekuasaan, beberapa dari mereka malah meracuni rakyatnya dengan janji-janji palsu yang terus diucapkannya. Padahal kalau kita benar-benar melihat peran pemimpin yang sebenarnya kita akan tahu seharusnya seorang pemimpin seharusnya bersikap pemberani, berkata jujur, santun sikapnya, dan menjalani tugasnya sebagai pemimpin sebagai bentuk untuk mensejahterakan rakyat. Tetapi kalau melihat kondisi sekarang, seorang pemimpin lupa posisinya sebagai pemimpin. Beberapa pemimpin ada yang tidak berkompeten, beberapa ada yang membohongi rakyatnya, beberapa ada yang membunuh rakyatnya sendiri, dsb.

   Itu hanya satu contoh. Kita bisa ambil contoh lain yang paling gampang dilihat. Anak muda. Jika kita benar-benar melihat peran anak muda yang benar kita akan tahu bahwa seharusnya anak muda pasti mengikuti perintah orang tua dengan patuh, menghormati orang tuanya agar mendapatkan kebahagiaan. Tetapi pada kenyataannya sekarang anak muda malah menentang orang tuanya sendiri. Beberapa ada yang meninggalkan keluarganya, beberapa ada yang malah berbalik menyerang orang tuanya, bahkan beberapa ada yang menggurui orang tuanya tentang hal yang baik menurutnya.

  Banyak hal lainnya, seperti pedagang yang serakah, musik yang hanya mengumbar nafsu seksual, murid yang menentang gurunya, dsb. Semua kehancuran didunia ini menurut saya berasal dari manusia yang melakukan sesuatu tidak sesuai pada tempatnya.

  Orang bijak berkata bahwa, " Sebagus-bagusnya barang, kalau tidak berada pada tempatnya ia akan menjadi kejelekan, tetapi sejelek-jeleknya barang kalau ditempatkan pada tempat yang benar, ia akan menjadi kebaikan "

  Saya tidak memaksudkan disini bahwa bagus tidaknya barang dilihat dari situasinya, tetapi saya hanya menerangkan bahwa kebanyakan manusia dizaman sekarang melakukan sesuatu tidak pada tempatnya. Contoh : Merokok di tempat umum, mabuk-mabukan ditempat umum, dsb. Beberapa manusia yang melakukan sesuatu tidak pada tempatnya akan membawa hal yang buruk disekitarnya. Menyebabkan lingkungan disekitarnya menjadi negatif dan rusak. Inilah menurut saya pangkal dari semua kerusakan yang terjadi disekitar kita.

  Di zaman yang penuh kebebasan ini memang semua hal menjadi bebas, beberapa hal yang buruk dilegalkan menjadi baik. Tetapi kita sebagai manusia jangan sampai melupakan hati nurani dan akal sehat kita. Kita harus bisa membedakan mana yang benar dan salah walaupun susah. Saya percaya kalau manusia melakukan sesuatu pada tempatnya dunia ini akan tentram dan sejahtera seperti dahulu kala kembali. Ketika pemimpin benar-benar memimpin dengan benar, ketika pedagang jujur, ketika anak muda mematuhi perkataan orang tuanya dan guru, ketika semua orang melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Aku yakin dunia ini akan mendapatkan kejayaannya kembali. 

Semoga bisa direnungkan :)

Kamis, 07 Januari 2016

Budaya Ulangan di Indonesia

   Ulangan adalah suatu yang sering terjadi dalam pendidikan didunia. Ulangan sering ditanggap serius oleh beberapa orang. Kebanyakan sistem ulangan digunakan sebagai standar kelulusan bagi beberapa negara tetapi di Finlandia menganggap bahwa ulangan hanyalah tes biasa. Tetap mendapatkan nilai, tetapi tidak menentukan kelulusan seseorang. Di Finlandia ulangan nasional seperti negara kita tetap ada, tetapi bedanya di Finlandia ulangan nasional hanya dijadikan tes kemampuan anak didik sebagai tolak ukur mengukur kemampuan mereka selama ini. Ulangan Nasional tidak dijadikan tolak ukur kelulusan, hampir semua orang bisa lulus dan memasuki universitas di Finlandia. Sehingga ketika dihadapkan dengan ujian mahasiswa-mahasiswi di Finlandia menganggapnya dengan senyum bahagia, bukannya stress seperti ujian yang berada di negara kita.

   Budaya ulangan di negara kita sering dianggap sebuah beban bagi anak didik kita. Ulangan yang seharusnya ditanggap dengan senyum bahagia tetapi malah dianggap sebagai beban oleh anak didik kita. Penyebabnya-pun banyak. Penyebab yang paling besar adalah karena ulangan dianggap sebagai tolak ukur kelulusan siswa, sehingga ketika dosen/guru memberitahukan akan ada ulangan, seluruh siswa akan tersentak dan agak ketakutan dikarenakan ia harus belajar keras agar lulus. Tidak peduli apakah ia suka atau tidak kepada pelajaran itu, yang pasti ia harus belajar dengan keras agar lulus. 

  Efek negatif dari budaya ulangan ini adalah sisi kekerasannya. Tujuan sebenarnya menempuh pendidikan adalah untuk mendapatkan ilmu bukan untuk mendatkan nilai dan peringkat yang bagus. Dengan adanya budaya ulangan seperti ini akan mengganggu psikologis anak didik, terutama bagi mereka yang terlahir bertentangan dari sistem pendidikan kita ini. Budaya ulangan seperti ini hanya akan menimbulkan kesan memaksa anak didik untuk mendapatkan nilai yang sempurna. Ketika kesan memaksa itu terdapat dalam sistem mengajar maka akan terdapat unsur kekerasan didalamnya. Dan ketika kita sudah mendengar kata kekerasan semua akan berakhir menjadi kebencian. Dengan adanya budaya ulangan ini menyebabkan siswa menjadi cenderung hanya belajar ketika ulangan ada, bukan ketika proses belajar-mengajar berlangsung menyebabkan anak didik cenderung bersikap skip dan masa bodoh dengan pelajaran sebelumnya. Dan parahnya, karena sistem pendidikan kita hanya berpacu pada nilai, maka anak didik yang merasa tertekan dengan ulangan mereka akan cenderung melakukan kecurangan untuk mendapatkan nilai yang bagus.

  Terkadang kita sebagai kaum intelektual butuh pemikiran yang lebih universal. Melihat dari berbagai sisi, bukan hanya melihat pendidikan sebagai penghasil bibit unggul, tetapi kita juga perlu melihat sisi psikologis anak didik dan menciptakan suasana pendidikan yang kondusif, progresif, dan bermentalkan baja.

 Budaya ulangan seharusnya tidak dianggap terror oleh anak didik kita, malah sebaliknya budaya ulangan seharusnya diterima dengan senang hati sebagai media untuk melatih kemampuan diri bukannya media penentu kelulusan. Budaya ulangan seharusnya diterima dengan senang hati tanpa adanya paksaan ataupun kekerasan. 

Selasa, 29 Desember 2015

Belajar dari Mahatma Gandhi

  Mahatma Gandhi adalah salah satu pemimpin yang menginspirasi didunia. Ia adalah salah satu pemimpin yang berhasil menciptakan sebuah gerakan nir-kekerasan (anti-kekerasan) pada zamannya. Gerakan anti kekerasannya sampai sekarang masih terdengar gaungnya dan kalau kita mau menelisiknya lebih dalam gerakan anti kekerasan ini masih kita baca dibuku-buku yang berkaitan tentang mahatma gandhi.

  Ketika kita membaca sesuatu yang berkaitan dengan Mahatma Gandhi pasti tidak terlepas dari gerakan anti kekerasannya. Hubungan keduanya sudah seperti sebuah kesatuan. Sehingga ketika kita membaca buku apapun yang berkaitan dengan Mahatma Gandhi pasti dalam buku itu akan dijelaskan tentang gerakan anti kekerasannya.

  Dan itulah yang kulakukan 2 hari yang lalu. Membaca buku Mahatma Gandhi. Tepatnya tentang Biografinya dan ketika aku membaca bukunya aku merasakan sebuah kesejukan tersendiri yang membuatku bisa membaca bukunya sampai selesai (bukunya 560 halaman!). Sudah lama aku mencari buku yang bisa membuatku lupa dengan waktu ketika aku membacanya.

   Dua hari lalu aku membaca buku itu. Padahal besoknya aku akan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS) di universitasku. Tetapi aku merasa lupa dengan hal itu ketika membaca buku ini. Aku lupa dengan waktu, sampai-sampai aku tidak tidur selama semalam dan kekampus hampir tidak mandi (haha)

  Gerakan anti kekerasan adalah suatu gerakan yang diciptakan oleh Mahatma Gandhi ketika ia dipenjara di Afrika Selatan selama 5 tahun. Karena merasakan ketidakadilan, Mahatma Gandhi berfikir sepanjang pagi sampai malam untuk membuat sebuah gerakan yang bisa mengubah dunia. Setelah selama 1 tahun berfikir keras dan menulis sepanjang pagi sampai malam terciptalah gerakan anti kekerasan.

  Gerakan anti kekerasan ini menyebar keluar dari penjara gandhi layaknya angin. Gandhi menyebutnya dengan idea that can break the prison wall (dalam bahasa Indonesia: ide yang dapat menembus pintu penjara). Dari gerakan anti kekerasan yang ia cetuskan inilah ia mulai terkenal sebagai seorang yang paling menginspirasi didunia. Kenapa menginspirasi? Karena pada zamannya hampir semua permasalahan diselesaikan dengan kekerasan, dengan peperangan, dengan pertumpahan darah, tetapi Gandhi malah membuat sebuah gerakan yang sangat bertolak belakang, ia menciptakan gerakan anti kekerasan.

  Gerakan anti kekerasan adalah sebuah gerakan dimana menuntut keteguhan hati yang sangat kuat untuk menjalankannya. Gerakan yang dimana menolak semua kekerasan dalam bentuk apapun dan hanya menuntut perdamaian. Didalam gerakan ini masalah apapun dilakukan dengan diplomasi, tidak ada kekerasan apapun. Jika musuh mengejek atau menyerang dengan kekerasan orang yang mengikuti gerakan ini harus tetap tenang dan tidak melakukan kekerasan balik dengan cara apapun. Disinilah hal yang paling susah. Karena ketika kau ditendang oleh seseorang, kau memilih untuk tetap tenang bukannya membalas tendangan tadi dengan emosi. Gerakan anti kekerasan ini membutuhkan kekuatan mental yang kuat dan keteguhan hati.

 
Selama gerakan anti kekerasan ini dilakukan, banyak sekali orang yang mengejek Gandhi dan pengikutnya disebut sebagai seorang yang tolol karena pada zaman Gandhi hidup orang-orang pada zamannya sering melakukan kekerasan dan peperangan satu sama lain sedangkan ia lebih memilih berdiam diri dan berpuasa dan melakukan diplomasi dan perdamaian. Sehingga ketika melihat pengikut Gandhi dan Mahatma Gandhi kebanyakan orang tertawa dan mengejeknya dengan sebutan orang lemah dan tolol. Perdana Mentri Inggris pada zamannya mengejek gerakannya sebagai gerakan yang tolol dimana ia mengatakan bahwa gerakan Gandhi pasti akan menghilang nantinya.

  Tetapi kenyataannya tidak. Walaupun diejek dan kontras pada zamannya. Gandhi tetap memperjuangkan gerakannya. Pada awalnya ia tidak dipedulikan, kemudian orang-orang tertawa terhadapnya, tetapi pada akhirnya Gandhi memenangkan semuanya. Selama perjuangannya mempertahankan gerakan anti kekerasan ini, baru pada 20 tahun gerakannyalah ia mulai dipedulikan oleh orang lain disekitarnya. Dimana ketiak itu umur Gandhi sekitar 60 tahunan. Ketika ia ditanyakan tentang perjuangan tersebut oleh wartawan ia menjawab dengan kata " first they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win " (dalam bahasa Indonesia: Pertama dia menolakmu, kemudian tertawa kepadamu, kemudian mereka melawanmu, kemudian kau menang) sebuah kata bijak yang sekarang menjadi kata bijak yang terkenal.

  Gandhi dan pengikutnya selama berjuang hanya memakai pakaian yang sederhana dan memakan makanan seadanya. Mereka bukan hanya berjuang tanpa kekerasan tetapi mereka juga menanamkan jiwa anti kekerasan dalam jiwanya. Mereka bersumpah tidak akan memakan daging selama hidupnya. Karena menurut mereka didunia ini tuhan sudah menyiapkan makanan yang cukup berupa biji-bijian dan tumbuhan untuk dimakan. Jadi tidak perlu membunuh hewan dan memakannya. Pengikut Gandhi juga sering bertapa dan bermeditasi dengan damai setiap harinya bersama Gandhi agar mereka tetap teguh dengan gerakan anti kekerasan mereka.

  Ada banyak hal yang menginspriasiku ketika mengenal sosok Mahatma Gandhi. Alasan paling pertama aku terinspirasi darinya adalah gerakan anti kekerasan ini. Dimana kalau kita lihat sekarang, semua hal dilakukan dengan kekerasan, mulai dari orang tua kita mengajarkan kita, kemudian pendidikan mengajarkan kita dengan kekerasan (menghafal, memaksa kita mendapat nilai bagus) sampai bagaimana kita bekerja, dan peperangan semua dilakukan dengan kekerasan. Dan bagiku gerakan anti kekerasan kuanggap sebagi gerakan yang sangat efektif untuk melepaskan kekerasan dari dunia ini.

  Alasan kedua adalah dari bagaimana ia memimpin.
  Gandhi adalah termasuk pemimpin yang kucontoh dari pemimpin hebat lainnya. Ia termasuk pemimpin yang memberi contoh kepada rakyatnya. Ia rela berjalan kaki bermil-mil, melewati jalan yang kering dan panas untuk menemui rakyatnya yang berada dipedalaman. Semua dia lakukan dengan keikhlasan, bukan karena keinginan untuk dianggap hebat atau pencitraan kalau orang zaman sekarang katakan. Selain memberi contoh, sisi lain kepemimpinannya yang kuambil adalah tentang keteguhan hatinya dalam memegang prinsip. Ia berjuang selama 30 tahun! (bahkan 40 tahun mungkin), dan selama berjuang itu, ia tidak pernah keluar dari prinsip yang ia pegang dari awal ia berjuang. Mungkin kalau zaman sekarang hal seperti ini sangat sulit dilakukan, tetapi Gandhi berhasil melakukannya. Alasan lainnya adalah sisi keikhlasan dan kejujurannya. Walaupun Gandhi termasuk pemimpin yang menginsprasi dan hebat sepanjang sejarah tetapi selama ia muda ia melakukan hal yang buruk. Selama ia muda ia sangat menyukai seks. Ia sering melakukan seks kepada istrinya sejak berumur 16 tahun!. Kegemaran seksnya bukan seperti manusia pada umumnya, tetapi ia termasuk gila seks karena melakukan seks kepada istrinya ketika istrinya sendang hamil tua. Menyebabkan anak yang dikandung istrinya meninggal dunia. Selain seks Gandhi juga melanggar banyak janjinya selama muda. Tetapi walaupun banyak melakukan kesalahan, Gandhi bukannya menganggapnya sebagai kesalahan tetapi malah menganggapnya sebagai pelajaran hidup. Gandhi termasuk daftar orang hebat yang menulis auto biografinya secara jujur. Ia termasuk orang yang menulis dengan jujur rentetan kehidupannya, bukan hanya yang baik tetapi juga kisah buruknya semasa muda. Ia juga berbicara jujur dihadapan jurnalis tentang keburukannya dan tidak pernah menanggap kesalahan yang dilakukannya sebagai sebuah kesalahan.

  Alasan terakhir adalah kesederhanaan hidupnya.
  Gandhi adalah orang yang sederhana. Ia hanya memakan sayuran dan garam sebagai santapan sehari-harinya. Ia selalu memakai kain putih sebagai penutup tubuhnya dan menggunakan sandal sebagai pijakannya dalam berjalan. Ia selalu menolak dirinya untuk berfoya-foya dan selalu bermeditasi dan bertapa untuk mengendalikan dirinya
  Untuk alasan terakhir ini aku yakin dizaman sekarang sangat susah dipraktekan dizaman sekarang yang penuh budaya hedonisme.

  Ketika Gandhi meninggal dunia hampir seluruh dunia menangis kepada dirinya. Orang menangis kepada dirinya bukan karena hal yang dilakukannya tetapi orang menangis karena gerakan yang dilakukannya selama ini. Banyak orang yang meminta maaf kepada Gandhi karena melakukan kekerasan kepadanya. Hebatnya yang menangisi dirinya bukan hanya teman-temannya tetapi juga musuh-musuhnya. Mereka meminta maaf kepada Gandhi karena mengejeknya selama ini dan selalu melakukan kekerasan kepadanya.

  Gandhi dengan ide dan mimpinya tentang dunia yang damai dengan gerakannya yang disebut satyagraha mampu menginspirasi dunia. Ketika kematiannya dipublikasikan, hampir seluruh dunia terinspirasi dengan gerakan anti kekerasannya. Martin Luther King termasuk orang yang terinspirasi dengan gerakan anti kekerasannya.

  Ketika Gandhi meninggalkan dunia ini. Semua orang menangis dan ketika kita melihat lagi gerakannya dan Mohatma Gandhi kita pasti akan berfikir, " apakah gerakan itu memang benar-benar ada? ". Gerakan anti kekerasan, apakah ia benar-benar ada didunia ini?

  Albert Einstein pernah mengatakan "(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini." mungkin benar adanya.

  Kita terkadang perlu bercermin kepada Mohatma Gandhi. Kita perlu bercermin dari gerakan anti kekerasannya. Lihatlah dunia kita sekarang ini, semua hal dilakukan dengan kekerasan. Kita lupa dengan perdamaian dan cinta.

  Terkadang aku berfikir, perlukah kekerasan ini ada didunia ini? Aku akan menjawab. Perlu. Kekerasan hanya digunakan untuk kebaikan. Itu jawabanku. Bagiku kekerasan didunia ini hanya melahirkan kebencian. Cobalah lihat dunia. Beberapa negara ada yang berperang satu sama lain karena alasan kebencian. Mahasiswa bertengkar satu sama lain. Semua berawal dari kekerasan.

  Kita perlu berkaca kepada gerakan anti kekerasan Gandhi. Kita membutuhkan kedamaian dan kegiatan anti kekerasan didunia ini agar dunia ini lebih baik dan damai.

  Ada satu kata bijak dari Mahatma Gandhi yang selalu menginspirasiku. Katanya berbunyi seperti ini: " be the change that you want to see in the world ". Jadilah perubahan yang ingin kau lihat didunia ini.
  Apapun itu lakukanlah hidupmu demi kebaikan. Itulah hal yang terbaik yang bisa dilakukan manusia dalam hidupnya.

Sabtu, 05 Desember 2015

Zaman Edan (tetaplah berbuat baik)

   Zaman Edan adalah sebuah julukan untuk zaman dimana moral manusia semakin jatuh dan hancur. Di tempatku Zaman ini diberi zaman lain, yaitu Zaman Kali Yuga.

   Zaman Edan/Kali Yuga adalah sebuah zaman dimana manusia menjadi materialistis dan egois. Moral semakin jatuh dan manusia rela melakukan kejahatan, kecurangan demi mendapatkan kedudukan atau keuntungan materi. Peraturan yang dibuat pemerintah ditentang. Pemerintah dan pemimpin hanya meracuni rakyatnya dengan segala janji palsu dan kebohongan. Di zaman ini manusia yang baik hanya berada di angka 25% sedangkan kejahatan berada di posisi yang paling berbahaya, yaitu: 75%. Zaman ini terjadi sekarang dan katanya akan berakhir 5000 tahun lagi.

   Kalian boleh percaya atau tidak dengan ramalan itu. Tetapi aku disini sebagai orang yang pecinta hal yang "mistik" termasuk setuju dengan adanya Kali Yuga ini. Banyak hal yang kusetujui, seperti manusia yang semakin egois, semakin materialistik, semakin malas, dan banyak lagi. Tetapi bagian yang paling kusetujui dari ramalan ini adalah pernyataannya yang menyatakan bahwa kebaikan hanya berada diangka 25% dan kejahatan berada diangka terburuk, yaitu: 75%. Aku benar-benar menyadari kenyataan ini.

    Selama aku kecil sampai hidup sampai sekarang, hal yang selalu kulihat adalah kebaikan selalu terinjak-injak. Dari semenjak kecil, aku masih ingat sewaktu aku menonton film wall-e yang menceritakan tentang bahaya sampah dimasa depan. Film itu terkenal dikalangan anak kecil zaman dahulu. Tetapi menghilang maknanya sekarang. Aku yang dulu menonton film itu, tetap saja membuang sampah sembarang sekarang dan seringkali malas-malasan. Aku merasa makna dalam film itu hanya sebuah kembang api yang indah saja, sehabis meledak, hilang sudah. Makna yang diajarkan film itu seperti masuk dari telinga kanan ke telinga kiri.

    Film-film yang lain juga sama berakhirnya. Mulai dari tommorow land, shunshine superman sampai yang paling kuingat: Laskar Pelangi. Semua maknanya hanya hilang begitu saja. Film-film bermakna seperti itu dizaman sekarang hanyalah sebuah tontonan saja, jarang ada orang sekarang yang mau menjadikannya cerminan dalam diri untuk kebaikan diri.

    Bukan hanya film. Musik, acara tv, pendidikan, sampai politik-pun berubah menjadi kebodohan. Alasannya hanya satu, yaitu karena manusia semakin menuhankan materialistik. Jiwa manusia semakin kotor karena tercemar uang dan kedudukan. Manusia sudah semakin kehilangan jiwa "manusia"-nya. Jiwanya berubah menjadi kotor, egois, individualis, dan penuh keserakahan.

    Mungkin ini hanya ungkapan kosong seorang manusia dan hanya dilihat dari sisi psikologis penulis saja. Tetapi aku benar-benar merasa ini adalah kenyataan yang nyata. Kenyataan bahwa dunia sekarang semakin hancur keberadaannya.

   Dulu aku masih ingat sewaktu aku SD, dimana MTV masih bagus-bagusnya memutar lagu-lagu berkualitas. Sekarang yang kulihat hanyalah acara-acara tv tidak bermutu diTv. Aku bahkan merasa biasa-biasa saja sewaktu pergi dari Bali ke Jogja tanpa membawa Tv. Sampai sekarang tidak ada Tv di kosku. Tetapi aku biasa-biasa saja, kukatakan pada ibuku waktu ia menelponku bahwa aku tidak apa-apa jika tidak menonton acara tv di kos (haha..)

  Aku juga ingat dulu sewaktu Bali masih sepi dan damai. Masih sejuk dan damai. Waktu dimana pantai kuta belum seramai sekarang. Sewaktu hotel dan cafe belum bertebaran dimana-mana. Aku masih ingat sewaktu itu aku bermain-main ke pantai dengan senang sekali. Masih sepi, penduduk pantainya ramah, dan air pantainya masih bersih dan sejuk. Tetapi sekarang apa? Bali tidak seindah yang dahulu lagi. Pantai dimana-mana ramai dengan turis dan tumbukan sampah. Suasana sudah panas, dan paling parah: peminta-minta/pengemis semakin bertebaran dimana-mana.

   Aku tidak mau membahasnya mendalam-dalam. Tetapi aku benar-benar kesal dengan keadaan saat ini. Semua sudah berubah. Kalau dahulu orang benyanyi demi mengungkapkan perasaannya yang mendalam, sekarang orang benyanyi hanya untuk mendapatkan uang dan popularitas. Begitu juga dengan mahasiswa dan para pekerja. Mereka tujuannya hanya untuk mendapatkan tittle dan kedudukan. Jarang kulihat lagi sekarang aktivis-aktivis sosial. Jarang kulihat lagi sosok Muhammad Ali. Sosok Sukarno. Sosok James Bond dan sosok-sosok lainnya yang gila dan menginspirasi.

   Aku tidak bermaksud untuk mengejek zaman sekarang. Aku hanya tidak suka dengan perkembangan dunia sekarang yang bukannya membuat manusia semakin membaik malah semakin membuat orang serakah, egois, dan malas yang menyebabkan politik yang menjadi tidak berbudaya, sosok-sosok pemimpin yang bodoh dan tidak berkopeten memimpin, musisi yang menciptakan lagu tak bermutu. Tetapi mengapa mereka terkenal? Mungkin dunia ini mulai terbalik.

  Jawabannya karena: dunia ini memang tidak selamanya baik. Dunia itu seperti Roda. Tidak akan selamanya berada diatas, pasti akan ada saatnya ia akan mengelinding dan berbalik membuat posisi Roda itu berada dibawah. Kita sekarang berada diposisi bawah. Ini bukan berarti sebuah keburukan. Karena kebenaran dan kebaikan itu tidak lemah. Cahaya itu tidak lemah dikegelapan, malah sebaliknya semakin gelap sesuatu, semakin teranglah cahaya itu. Seperti dizaman sekarang. Cahaya itu sangat kontras di sekililing kita. Mereka para aktivis dan pemimpin yang menginspirasi pasti menjadi pusat perhatian manusia di zaman sekarang. Mereka-lah cahaya. Mereka adalah cahaya dari gelapnya zaman Edan ini.

  Aku tidak pernah berusaha untuk menanggap dunia ini buruk, tetapi yang ingin kutanggapi bahwa dizaman apapun manusia hidup, manusia tetap bisa berbuat baik. Baik itu adalah sebuah pilihan. Dizaman sekarang menjadi baik memang hal yang susah, tetapi tetap kembali ke pernyataan yang pertama. Baik adalah sebuah pilihan.... aku hanya ingin mengucapkan sebuah ucapan rasa bangga kepada mereka yang selama ini  tetap menjadi baik terus. Kepada para musisi yang tetap menghasilkan musik berkualitas, kepada pemimpin yang masih mengenal kebaikan dan kasih sayang, kepada manusia yang masih mengetahui tanah yang dipijaknya dan kepada para pemeluk agama (manapun) yang masih tenang dan tidak bertengkar satu sama lain.

  Walaupun kebaikan hanyalah 25% dan kejahatan 75% berdasarkan ramalan, tetapi kebaikan harus tetap dipertahankan. Kita adalah manusia, maka jadilah manusia. Jangan menjadi tanaman, hewan, bahkan robot. Manusia adalah manusia, yang mempunyai perasaan dan empati. Tetaplah berbuat baik.
  

Jumat, 27 November 2015

Kangen semuanya

   Note: Mungkin ini pesan yang sedikit manja dan sedikit curhat.


   Terkadang belakangan ini aku sangat kangen dengan Bali, kangen dengan masakannya, dengan adatnya, dan tempat wisatanya. Ketika aku menempuh pelajaran di Yogja ini selama beberapa bulan (kira-kira sudah 4 bulanan lebih) aku merasa sangat kehilangan. Aku jadi mulai mengerti bag
aimana indahnya masa laluku, indahnya Baliku. Mungkin benar kata beberapa orang bahwa seseorang baru mengetahui sesuatu itu indah ketika ia sudah kehilangannya. Aku terkadang merasa kosong dan ingin pulang kembali ke Bali. Beberapa orang mengatakan bahwa masa tahun pertama kuliah anak rantau itu yang tersulit karena kangen orang tua, kangen makanan dari asalnya, kangen budaya tempat asalnya, dan masih banyak lagi. Aku setuju dengan  perkataan orang itu. Selama aku disini (di Jogja) aku sering memilih untuk menyibukan diri dan sebisa mungkin menghindari diam di kos terlalu lama karena ketika aku berada di kos, khayalanku ku kemana-mana yang menyebabkan aku teringat masa laluku di tempat asalku.

   Beberapa temanku di Universitas mengatakan bahwa mereka kuat untuk melewati universitas ini tanpa orang tua, bahkan ada beberapa yang sangat bahagia karena bisa lari dari orang tuanya dan tidak ingin kembali lagi ketempat asalnya. Tetapi bagiku tidak bisa, karena hampir semua hal indah dan ajaib yang pernah kulakukan ada di tempat asalku, Bali.

   Di Jogja suasana dan budaya disini sangat berbeda. Jika di Bali biasanya bencana alam paling terburuknya adalah gempa bumi, di Jogja bencana alam berbahayanya bermacam-macam, mulai dari Badai, Gempa Bumi , Gunung meletus, dan masih banyak lagi. Aku juga merasa hidup dilingkungan kampus yang sangat berpolusi sehingga aku sering heran mengapa aku bisa sakit padahal makan selalu teratur, dan tidur cukup. Entahlah -_-.

  Kenangan yang paling aku susah lupakan adalah kenangan masa SMA. Kenangan itu bagaikan sebuah mutiara yang paling indah yang pernah kutemui. Tetapi ketika sekarang aku berpisah dengan temanku sewaktu SMA aku menjadi merasa sangat kehilangan. Sekarang hanyalah memori dan baju putih abu-abuku sudah terlipat rapi di lemari.

  Terkadang aku merasa takut menghadapi masa depan karena kenangan masa SMA ini. Aku terikat dengan keindahannya masa SMA sehingga aku merasa malas untuk belajar di Universitas. Aku serasa ingin pulang cepat-cepat ke Bali, bertemu dengan teman-temanku. Menikmati quality time yang terjadi, dan mungkin sombong-sombongan dengan kedudukanku sekolah di UGM (haha..).

  Terkadang karena kenangan masa SMA ini aku merasa bimbang dengan keputusanku yang menganggap sistem pendidikan kita jelek. Aku sering berfikir sistem pendidikan kita itu bagus karena aku selama SMA mengalami banyak kejadian yang memorial dan hebat sehingga seandainya aku merubah sistem pendidikan ini aku sering merasa sangat bimbang. Aku takut menghilangkan kesempatan oranglain yang masuk ke masa SMA untuk bersenang-senang seperti yang kulakukan. Mereka juga berhak untuk mendapatkannya.

  Tetapi aku sadar bahwa pendidikan ini banyak kelemahannya dan aku harus mengubahnya apapun yang terjadi. Aku boleh merasa kasihan dengan masa SMAku, tetapi aku tidak boleh kasian dengan anak muda diluar sana yang menempuh pendidikan SMA. Masa depan mereka akan lebih berat jika aku masih membiarkan sistem pendidikan seperti ini. Karena masa depan lebih menginginkan seseorang yang kreatif, spesialis daripada seorang yang bisa segalanya. Kalau sistem pendidikan ini tetap dijalankan, maka makin banyak orang yang akan menganggur dan bermalas-malasan. Aku tidak mau hal itu terjadi.

  Intinya. Aku sangat kangen dengan tempat asalku, Bali. Terutama dengan teman-temanku yang dan orang tuaku. Aku tau aku merasa kangen, tetapi aku juga harus memiliki tujuan. life is to die. Hidup adalah untuk mati. Maka gunakan waktumu bukan untuk menyesali sesuatu. Tetapi untuk kebaikan bersama. Kalau memang kita kehilangan sesuatu, kita harus merelakannya dan menciptakan sesuatu yang baru lagi. Seperti itu-lah hidup. Tidak ada sesuatu yang selamanya abadi, akan ada saatnya manusia diberi cobaan. Mungkin masa SMA adalah masa-ku bersenang-senang, tetapi sekarang masaku kuliah adalah masaku untuk serius, masaku untuk menjadi agent of change, memang situasi tidak akan sama lagi seperti masa SMA, tetapi ya memang inilah kehidupan. Kita tidak bisa menentangnya, tetapi kita bisa menjalaninya dengan ketabahan hati.

Minggu, 22 November 2015

Negara ilusi Atlantis

   Bagiku negara paling unik di dunia ini adalah Indonesia. Mengapa aku mengatakan seperti itu? karena hampir semua keanekaragaman di Indonesia bisa saling hidup bersampingan. Kebanyakan perbedaan disini baik itu suku antar suku sampai masalah kepercayaan semuanya bisa hidup rukun. Indeks kerukunan beragama di Indonesia sampai sekarang ini masih rendah.

    Tetapi sayangnya, kita tidak mau melestarikan itu. Kita seperti lepas dengan jiwa "Indonesia" kita. Banyak faktor sebenarnya yang mempengaruhinya. Aku tidak mau menyebutkannya, yang pasti hal tersebut ada disekitar kita dan kita merasa ada pergolakan jiwa jika merasakan kehadirannya.

    Aku terkadang sering merasa resah karena merasa hidup sendirian bersikap sok nasionalisme ke teman-temanku. Aku jadi merasakan pergolakan batin yang besar karena sering ditatap sinis karena terlalu sibuk membaca buku yang berat.

    Terkadang ada yang namanya gerakan "anti-soekarnoisme" yang berasal dari era orde baru sampai sekarang. Aku tidak tahu apakah gerakan ini benar masih ada atau tidak tetapi aku benar-benar merasakan bahwa kita seakan-akan lari dari program-program hebatnya Sukarno. Kita seperti kehilangan jiwa patriotisme kita terhadap negara. Kita seperti kodok di atas air yang panas, kita kebingungan karena tidak bisa keluar dari panci kompor. Tapi kita masih tetap diam dan diam, padahal air sudah semakin panas dan panas. Kalau situasi terus begini, sejarah akan terulang lagi. Peristiwa besar akan terjadi lagi.

     Aku berharap Jokowi bisa memperbaiki semuanya. Aku tidak menuntut banyak, aku hanya berharap semoga ia tidak melupakan inti permasalahan Indonesia. Semoga ia tidak lupa dengan kata hatinya. Aku punya cita-cita besar untuk menjadi seorang pemimpin. Tetapi kutunggu sebentar dahulu. Karena semua harus tepat pada waktunya, kalau tidak begitu pasti nanti akan belepotan.

    Negara kita pernah dikatakan sebagai letak Atlantis berada, beberapa ahli tidak meragukannya sama sekali. Alantis yang merupakan negara terhebat dan termasyur pada zamannya berada di negeri ini. Walaupun beberapa orang mengatakannya itu hanya hoax tetapi aku disini percaya akan hal itu. Disini adalah sebuah negara yang anak mudanya memiliki kreatifitas yang gila. Disini bukan hanya ada seorang seniman yang duduk dan melukis diatas sebuah kursi sambil melukiskan keadaan dan pemandangan tetapi disini juga ada seorang anak kecil yang memanjat pohon tinggi cuma untuk mendengarkan musik radio.

    Di Indonesia bahkan ada tukang jual roti yang berjalan dimalam hari, tradisi sahur yang giat dilakukan setiap tahunnya. Gotong Royong ada disini, bahkan di tempatku di Bali, ada sebuah jalan, dimana 4 tempat persembahyangan berdiri di satu gari lurus yang sama. Gereja, Pura, Masjid, dan Wihara semuanya berdiri ditempat yang sama. Diluar negeri semua fenomena ini adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Sesuatu yang langka dan mutiara. Tetapi mengapa kita sebagai anak muda sering sekali melupakan tanah yang dipijaknya setiap hari?

Kamis, 19 November 2015

Pimpinlah Dirimu Sendiri Terlebih Dahulu

   Waktu aku mengikuti kelas kuliah agama, ada satu perkataan dosenku yang sangat membekas dalam pikiranku setelah selesai mengikuti kuliah. Kata itu adalah " sebelum kau memimpin orang, pimpinlah dirimu sendiri terlebih dahulu ". Mungkin kata ini terkesan simple bagi beberapa orang atau bahkan terkesan enteng, tetapi bagiku kata ini sangat dalam bagiku dikarenakan kondisiku sekarang yang berada diposisi sutradara dalam pementasan teater fakultas. Ketika dosenku mengucapkan kata ini aku menjadi tersadar dengan posisiku sebagai sutradara yang buruk!

    Dosenku ini melanjutkan kata-katanya, ia berkata bahwa memerintah seseorang itu gampang sekali, tetapi ketika kita memimpin diri kita sendiri itu lebih susah. Ketika kita memerintah seseorang mengeluarkan pulpen seseorang yang kita perintah itu pasti akan menuruti apa yang kita perintahkan tetapi ketika kita memerintah diri kita sendiri, ketika kita memimpin diri kita sendiri pasti akan ada pertentangan dari diri kita sendiri. Nah, pasti akan sulit bagi kita untuk memimpin diri kita sendiri dibandingkan memimpin orang lain.

     Hal ini sangat membuatku terinspirasi, terkadang aku sebagai sutradara terlalu idealis dengan ide-ideku tanpa memikirkan bagaimana dampak selanjutnya. Aku terkadang terlalu keras kepala dan melupakan tentang permasalahan dalam pementasanku kedepannya. Tetapi untungnya aku dulu sudah melupakan idealisme dan sifat keras kepalaku, aku sudah mengubah semua konsep teater dan membuatnya lebih simple. Terkadang memang susah menghilangkan sifat keras kepala kita tetapi demi kebaikan bersama hal itu harus dilakukan.

    Kata-kata dosen agamaku mengingatkanku bahwa aku harus menjadi pemimpin yang tahu juga tentang bawahanku, bukan hanya memerintah saja. Aku yakin kalau kita sudah terbiasa memimpin diri kita sendiri, kita pasti akan menjadi pemimpin yang bagus juga. Ketika kita sudah bisa memimpin diri kita sendiri otomatis disaat kita memimpin bawahan akan menjadi serius, bukan hanya main-main. Kita akan lebih berfikir kedepan dan tidak menganggap semua hal gampang. Aku sudah banyak melihat sutradara di Fakultasku dan kebanyakan dari mereka hanyalah seseorang yang idealis dengan idenya. Menganggap semua gampang, kerjanya cuma memerintah dan memerintah saja tetapi ia tidak memikirkan bagaimana music yang akan diciptakan atau bagaimana penghayatan pemain yang harus dilakukan. Mereka hanya menganggap semua gampang dan menyerahkan semua tanggung jawab ke bawahan. Ia lupa memimpin dirinya sendiri, ia lupa menjadi contoh bagi bawahannya.

   Tetapi dari perkataan dosenku itu aku menjadi sadar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya sekedar memerintah saja tetapi ada banyak hal yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin selain menghasilkan sesuatu, yaitu: menjadi contoh. Menjadi contoh itu hal yang terpenting. Pemimpin bukan hanya memerintah saja, tetapi juga merasakan penderitaan bawahannya. Turun langsung ke bawah dan mendengar keluh kesahnya. Aku sekarang mulai melakukannya ke pemain teaterku. Ya.. kegagalan memang kejadian yang menyakitkan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita merespon terhadap kegagalan itu.

   Aku sudah mulai belajar sedikit demi sedikit.. semoga cita-citaku menjadi pemimpin bisa tersampai. Aku akan berusaha ..

Firasat Buruk

  Saya akhir-akhir ini menjadi sutradara dalam kegiatan lomba tingkat fakultas. Judul teater saya adalah manusia tanah dan langit, dimana diteater ini saya memberi makna ke penonton bahwa yang membuat 

Indonesia ini hancur adalah karena orang dizaman sekarang yang gampang berubah pemikiran, gampang berubah prinsip yang membuat manusia menjadi gampang dihasut dan diadu domba.

   Makna yang kutulis di teaterku ini sangat mendalam bagiku. Entah mengapa maknanya seperti masuk kedalam hatiku dan membuatku terkadang sangat negatif dengan masa depan Indonesia. Aku takut dengan masa depan Indonesia dikarenakan teaterku membahas tentang masa depan Indonesia yang kubuat menjadi hancur, air langka, tidak ada tumbuhan yang tumbuh, dan negara kita menjadi budak negara adi kuasa dan aku kait-kaitkan dengan manusia tanah dan langit dimana manusia tanah dan langit ini adalah dewa dan penghancurnya.

    Ketika aku mengingat isi teaterku itu aku jadi merasakan Indonesia itu seperti apa di masa depan. Aku merasa ketakutan karena kita dari tahun ke tahun seperti tidak ada perkembangan. Negeri ini seperti tidak ada jiwanya sama sekali. Tidak adalagi jiwa Nasionalisme yang diajarkan Sukarno lagi. Aku merasakan kekeringan yang sangat menyakitkan. Entah mengapa, aku merasa seperti orang yang sangat kritis hari ini tentang dunia.

    Apakah Indonesia ini akan berakhir buruk? Mungkin iya. Mungkin tidak. Aku serasa bingung ketika memikirkannya. Kapitalisme sekarang seperti jamur. Menghancurkan moral manusia. Manusia menjadi lebih berpaham materi (uang, keuntungan, dan seks) daripada non-materi (agama, spiritual, dan moral). Negeri kita kena dampaknya jadinya. Semua seperti telah aku bisa prediksi kemana arahnya. Aku merasa semuanya menjadi ke arah negatif. Ah! aku mikir apa ya malam ini? haha.. Entahlah! firasatku sangat kuat hari ini...

Rabu, 04 November 2015

Pendidikan Indonesia masuk rangking-62

kaskus.co.id
    Dua hari yang lalu aku mengecek Hot Topic di Kaskus. Dan topik yang paling menarik yang kulihat adalah tentang Rangking sistem pendidikan dunia sudah dirilis. Kalau kalian belum melihatnya monggo dicek disini http://www.kaskus.co.id/thread/56376a681ee5dfd0288b456d. 

    Dari berita itu kucek kebawah urutannya dan yang paling membuatku terkejut adalah Rangking Indonesia yang berada tepat diperingkat ke-69. Sistem Rangking pendidikan ini terdiri dari 76 peringkat dan Indonesia berada di peringkat 69? Hahaha... aku jadi merasa sedih melihatnya. 

    Terkadang ketika aku membaca beritanya membuatku sedih tetapi itu malah membuat feelingku terbukti bahwa memang sistem pendidikan kita sangatlah buruk. Sekarang semua pertanyaanku memang terbukti benar, semua seperti terjawab ketika aku membaca berita ini. Berita ini seperti memberikan sebuah titik cerah untuk semua pertanyaan-pertanyaan yang selalu kutanyakan setiap hari.

    Sistem pendidikan kita memang buruk. Aku ketahui itu. Tetapi buruk itu relatif. Tapi aku merasa sistem pendidikan kita ini lebih banyak buruknya daripada baiknya. Mulai dari bagaimana kurikulumnya sampai muridnya. Tetapi tentu saja semua itu balik kepribadian masing-masing. Tetapi menurutku yang paling buruk dari sistem pendidikan ini adalah kurikulumnya. Kurikulum kita terlalu berbobot. Terlalu maju kata temanku. Anak SD yang seharusnya diajarkan permainan dan hal-hal yang merangsang keaktifan siswanya tetapi mereka malah diajarkan ajaran matematika, dan ilmu berat lainnya. Mereka yang seharusnya diajarkan untuk hal-hal yang playfull malah otak mereka dicerca dengan ilmu-ilmu berat yang seharusnya tidak diajarkan pada masanya. Bahkan Sistem Pendidikan Finlandia baru memulai pelajaran SD saat anak itu berumur 7 tahun. Bahkan walaupun sudah masuk SD Finlandia tetap mengajarkan anak itu kegiatan yang playfull. 

     Masih banyak lagi kelemahan sistem pendidikan kita. Dan menurut saya yang menjadi kelemahan terbesar pendidikan kita adalah dimana murid diajarkan banyak hal dan menjadikan ketakutan sebagai motivasi dasarnya. Yang diajarkan-pun terlalu memaksa, walaupun pelajaran itu sudah sedari awal membuat siswa bosen dan berat tetapi tetap saja pendidikan kita memaksanya bahkan diharapkan siswanya untuk mendapatkan nilai yang bagus untuk mendapatkannya, apapun caranya.

     Ah.. itulah permasalahan kita. Aku sih berharap semuanya berubah. Tetapi apakah yang diatas akan sadar? Apakah ia akan berubah ketika melihat rangking Indonesia di Rangking sistem pendidikan di Indonesia?. Aku sih berharapnya iya. Semoga mereka mau berubah.....

Jumat, 23 Oktober 2015

Kemana Indonesiaku?

     Aku membaca artikel tentang Sukarno akhir-akhir ini dan beberapa artikelnya menginspirasiku untuk terus berjuang dan tidak pernah menyerah untuk membela apa yang kuyakini selama ini. Beberapa artikel yang kulihat ada sebuah sejarah dalam artikel itu yang membuatku tercengang dan sempat membuat diriku berfikir sejenak memikirkan bagaimana ajaibnya peristiwa sejarah tersebut.

Bendera merah Putih
    Jika kalian tau gerakan non-blok kalian pasti tidak bisa lupa dengan siapa pencetusnya. Ir. Soekarno. Presiden Indonesia yang menurut saya sampai sekarang tidak ada yang bisa mengalahkan prestasi menganggumkannya. Di gerakan non-blok ini Ir. Soekarno berhasil membuat negara kita menjadi negara yang kuat dan menakutkan karena bisa membuat takut negara lain yang menentang dan mengejek negara Indonesia. Bukan hanya gerakan non-blok, ada juga seperti pertemuan lainnya yang dilakukan Soekarno, dimana ia berbicara didepan umum tentang ideologi pancasila dan membuat hadirin di pertemuan itu bersorak kagum dan berdiri bertepuk tangan karena kehebatan pemikiran Soekarno.

     Ketika aku teringat tentang Soekarno, hal-hal seperti ini selalu terlintas begitu saja dipikiranku. Aku seperti tersengat semangat nasionalisme dan patriotisme kepada negara. Aku jadi teringat bagaimana hebatnya negara Indonesia waktu itu. Aku jadi serasa terbawa lagi kesuasana dimana Rakyat Indonesia dipimpin oleh Soekarno dan menjadi negara yang besar waktu zamannya.

    Tetapi . . .
    Itu cuma hayalan . . .

    Aku sering merasa sedih melihat perkembangan Indonesia sekarang. Semua seperti berbanding terbalik dengan keinginan Soekarno pada zamannya. Negara Indonesia sekarang sangat hancur dan terbengkalai. Program pemerintahannya tidak ada kepastian yang pasti. Pendidikannya pun hanya membuat mahasiswanya semakin malas dan jauh dari realita sosial yang ada. Jiwa nasionalisme mereka sudah lumpuh. Politik di negeri ini pun sudah tidak berbudaya lagi. Pemimpinnya-pun bermentalkan korupsi. Kebudayaan sudah tidak tahu kemana akan berakhirnya sedangkan efek globalisasi-pun semakin keras dan merusak Indonesia. Tidak ada yang peduli dan mau merubahnya. . .

    Aku sering bertanya, " Kemana Indonesiaku yang dulu? ".. semua jawabannya seperti kehilangan maknanya.. diirku seperti sebatang kara disini dan sering menganggap dirinya gila karena memikirkan sesuatu yang aneh-aneh.... Ah! entahlah.. biarlah semuanya terjadi.. aku hanya ingin berceloteh.. walaupun tidak ada yang mendengar atau peduli.. " Kemana kah indonesiaku ini??!! "...

    

Selasa, 20 Oktober 2015

Pendidikan bagi orang malas

   Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu-ku diJogja untuk males-malesan sehabis kuliah. Alasanku males-malesan-pun dikarenakan tidak ada kerjaan. Sedankan tujuan awalku masuk Jogja adalah merubah diri, dari yang awalnya malas menjadi rajin membaca. Tetapi entah mengapa aku menjadi malas sehabis kuliah. Seakan-akan aku tidak ada gairah untuk masuk kuliah. Seperti aku kehilangan keinginan untuk mempelajari pelajaran yang berada di kuliah, aku lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan di tempat kuliah, seperti: teater, atau musikalisasi puisi daripada mempelajari materi kuliah.

    Aku sering bertanya-tanya apakah aku saja yang merasakan hal yang sama? kutanyakan kepada temanku yang lain, dan ia menjawab dengan jawaban yang sama dengan kurasakan sekarang. Malas belajar. Untuk informasi, temanku ini anak teater, idenya cemerlang kalau soal masalah teater, tetapi kalau masalah belajar ia paling malas membahasnya. Sehingga aku setuju-setuju saja dengan pendapatnya dia.

    Terkadang aku berfikir bahwa tempat kuliah itu akan membuat kreatifitas kita menjadi berkembang, tempat dimana kita menjadi kritis tentang masa depan kehidupan, tempat dimana mahasiswa bebas mengeluarkan pendapat dan unek-uneknya tetapi ternyata kurasa tidak. Sistem kuliah tetap sama dengan yang kurasakan sewaktu SMA, dimana nilai adalah penentu kelulusan. Siswa menjadi terpaksa untuk memenuhi nilai tersebut yang sebenarnya bukanlah pelajaran yang ia inginkan. Otaknya di paksa lagi mempelajari pelajaran yang ia tidak suka, ia terpaksa kembali memperbodoh dirinya dengan mempelajari pelajaran yang ia tidak inginkan untuk dipelajari.

    Dan inilah pangkal kebodohan di sistem pendidikan kita. Kurikulum kita mengharapkan siswanya untuk bisa segala-galanya sebelum menjadi ahli. Siswa terpaksa harus mempelajari semua dasar sebelum di juruskan ke salah satu pelajaran yang ia miliki. Dan parahnya kalau kita tidak memenuhi syarat nilai yang telah ditetapkan kita akan dianggap bodoh dan mendapat nilai c. Semangat siswa menjadi down, dan jika terus dilanjutkan, mahasiswa jadinya lebih mementingkan nilai di tempat kuliah daripada kata hatinya. Jiwa mahasiswa menjadi tumpul terhadap fenomena sosial dan pemikiran kritisnya hanya berada dalam ruang lingkup pelajaran saja, tidak dalam ruang lingkup masyarakat yang luas. Siswa semakin kehilangan jati dirinya sebagai agent of change dan menjadi malas seperti yang saya rasakan.

      Terkadang ada beberapa dosen yang menyadari semua ini, ia memberikan kebebasan kepada mahasiswanya untuk bebas dan membiarkan mereka gagal. Gagal dalam artian berani untuk mencoba. Beberapa dosen mengetahui kelemahan terbesar dari pendidikan kita, dan ia menginspirasi mahasiswanya untuk terus mengembangkan potensi terbesar dalam dirinya. Tetapi untuk apa itu semua? Mereka malah dicemooh oleh mahasiswa karena terlalu ribet dan aneh. Beberapa usaha dari dosen itu memang berhasil menginspirasi mahasiswa untuk kreatif dan berfikir kritis terhadap fenomena sosial. Tetapi apa gunanya kalau besoknya kita masuk kekelas yang kaku kembali? apa gunanya kalau kita diinspirasi kalau kita dipenjara kembali kedalam sistem pendidikan yang kaku?

      Mungkin aku merasa inilah pangkal mengapa kebudayaan kita lebih gampang jatuh ke luar negeri daripada anak muda kita. Alasannya ya karena memang sistem pendidikan kita yang terlalu mengekang kreatifitas mahasiswanya dan terlalu mengarah kepada hasil sehingga mahasiswa menjadi bodoh dalam pemahaman sosial dan permasalahan negeri kita. Mahasiswa juga menjadi posesif terhadap budaya negerinya sendiri dan menganggap budaya luar lebih bagus. Dan lebih parahnya, orang yang memimpin disana tidak peduli, mereka lebih memperdulikan keuntungan yang bisa dihasilkan dari investor daripada yang bisa dihasilkan oleh anak bangsanya sendiri. Mantap kan? bagaimana tidak down anak bangsa kita? Kita mengharapkan budaya kita lestari, tetapi sistem pendidikan kita malah membuat siswanya tumpul dalam berfikir kritis?

    Aku bermimpi sebuah pendidikan dimana pendidikan itu hanya mendahulukan guru dan muridnya saja, bukan instansi pendidikan, keuntungan pemerintah. Yang ada hanya siswa yang bebas dan kreatif dan guru siap menerima segala pemikirannya dengan lugas. Tidak ada nilai, tidak ada lagi yang namanya siswa bodoh dan pintar. Pemerintah-pun tidak melebihkan instansi pendidikan apapun, sehingga pendidikan bisa menjadi gratis dan merata. Tetapi ya beginilah keadaan negeri kita. Zaman telah berubah, mahasiswa sekarang lebih malas dan menganggap nilai yang terpenting. Beberapa ada yang sadar dan mau menyiksa dirinya, mau dicampahkan teman-temannya, mau melawan arus zaman yang keras cuma demi mengikuti kata hatinya yang terdalam. Nilai tidak menentukan nasibmu kedepan, itu kata mas Deddy Corbuzier. Aku setuju dengannya, walaupun sedikit mengalami pertentangan dalam hatiku..

Minggu, 27 September 2015

Tentang Selfie

   Fenomena Selfie sekarang lagi trend-trendnya didunia. Trendnya seakan-akan membuat suatu fenomena aneh, dimana kebanyakan orang rela berkorban habis-habisan demi menghasilkan selfie yang bagus, walaupun nyawa taruhannya. Sebulan lalu saya melihat berita ini, tentang seorang pendaki gunung yang jatuh ke kawah gunung karena nekat selfie di puncak gunung yang seharusnya dilarang. Beberapa orang rela mengocoh uang yang banyak untuk bermain ke cafe mahal bersama teman-temannya dan berselfie demi mendapatkan foto selfie yang membuktikan bahwa ia pernah ke kafe mahal. Anehnya, fenomena ini malah menjadi trend, bukannya membuat seorang menjadi aneh mereka malah senang melakukannya, dan ini terkadang membuat saya sedikit resah melihatnya.

google.com
   Bagi beberapa orang, memang berselfie ria adalah sebuah kesenangan, terutama anak muda. Saya juga sebenarnya menikmatinya. Tetapi untuk beberapa selfie saja, kalau berlebihan, saya sedikit resah juga. Masalahnya bukanlah saya anti foto-an tetapi karena adanya fenomena selfie ini membuat saya setiap jalan-jalan bersama teman-teman saya merasakan kejanggalan dan sedikit jengkel, bagaimana tidak, setiap jalan, setiap kaki berjalan, selalu berselfie, ada tempat bagus, selfie lagi, ada tempat bagus untuk berfose, selfie lagi. Untuk narsis saya setuju, saya juga merasa senang ketika saya memposting foto saya di media sosial tetapi ketika fenomena selfie ini sampai merenggut kesenangan saya menikmati jalan-jalan, wah! saya jengkel dah. Makannya terkadang saya merasa jengkel melihat anak muda yang membawa tongsis, eye fish, bahkan go pro kemana-mana. Apalagi kalau mereka selfie, mukanya bener-bener dibuat. Demi foto selfie yang bagus, sebagai ajang pamer-pameran sama teman-temannya. Tapi apa arti semua kejadian itu? apa nikmatnya? jujur sebagai petualang, saya sering resah setiap jalan-jalan selalu melihat anak muda yang berselfie ria. Mereka seakan-akan ke tempat wisata hanya untuk foto, bukan untuk menikmati suasananya.

   Sebulan yang lalu saya membaca sebuah artikel tentang kertas-kertas berisikan kata cinta di gunung. Kertas-kertas itu berserakan dimana-mana. Tidak ada yang peduli, dan akhirnya diabadikan dalam sebuah foto. Saya jengkel melihatnya, apalagi ditambah dengan penjelasan bahwa kertas-kertas itu ditunjukan untuk foto-foto doang, sehabis itu ditinggal begitu saja di gunung dan menjadi sampah, Kalau saya bertemu anak muda yang berani seperti itu didepan saya di gunung, saya jamin akan membentaknya, biar mampus.

   Terkadang anak muda lebih senang kegiatan berselfia ria daripada menikmati pemandangan alamnya, AH! entahlah!

Selasa, 25 Agustus 2015

Manusia yang semakin individualis


                Dua hari lalu saya mengajak makan teman-teman saya untuk makan bersama disalah satu tempat makan. Saya mengajak mereka makan bersama demi kebersamaan belaka. Awalnya saya menebak bahwa teman-teman saya ini bakal mengasyikan, seru dan bakal rame kalau diajak makan rame, saya bias menebaknya karena temanku ini merupakan teman gugusku waktu ospek universitas dan mereka semua mengasyikan.

                Tetapi kenyataan ternyata sangat berbeda. Waktu aku sudah berkumpul dengan temanku ini, mereka focus bermain dengan gadgetnya, mereka memang berbicara, tetapi itu sambil menatap gadgetnya masing-masing. Kalau satu orang yang melakukan hal ini saya masih toleransi, tetapi kalau hamper semua teman-temanku ini main gadget, wah! Saya langsung bt dah. Jujur sebenarnya saya orang yang tidak suka dengan orang yang bermain gadget kalau sedang kumpul-kumpul seperti ini. Mereka seakan-akan tidak punya waktu lain untuk bermain gadget, seakan-akan gadget itu kebutuhan primer-nya. Karena bt saya-pun mengobrol sendiri dengan teman saya yang tidak bermain gadget. Dan pada akhirnya teman-temanku yang bermain gadget itu ngobrol dengan temannya juga yang bermain gadget juga. Topiknya membahas tentang artis, atau berita-berita di internet. Dan pada akhirnya semua teman-temanku ini membahas topic yang berbeda-beda, ngomongnya pisah-pisah. Ah!. Udah gitu ada yang masih main gadget juga, double bt.
                Dari sana saya menyimpulkan manusia sekarang semakin egois saja saya lihat, semakin individualistic. Maunya sendiri saja.

                Tadi waktu saya berkendara motor juga saya melihat banyak sekali pengendara motor abal-abalan yang berani menerobos lampu merah dengan berani. Pengemudi motor didepannya yang sudah terlanjur berjalanpun langsung rem mendadak dan mencemooh pengemudi abal-abalan tersebut. Kejadian seperti ini bukan hanya terjadi tadi, 2 hari lalu juga, 3 hari lalu juga saya melihat pemandangan yang sama. Entah apa yang dipikirkannya sampai berani menerobos dengan berani lampu merah, cepat sih boleh, tetapi mengapa sampai berani mempertaruhkan nyawa dan merugikan orang lain?
                Saya juga membaca banyak artikel hari-hari ini, artikel tentang kehidupan anak kos dan kehidupan masa kuliah. Dan ketika saya membacanya yang saya baca hanya berisikan kritikan tentang mahasiswa sekarang yang semakin individualistis dan hedonis. Saya baca bahwa mahasiswa sekarang semakin malas dan lupa hakikat dirinya sebagai mahasiswa. Mahasiswa sekarang semakin kehilangan rasa idealismenya dan semakin terikat dengan peraturan kuliah dalam bentuk sks yang mengekang kreatifitas mahasiswanya. Mahasiswa semakin tidak peduli dengan kehidupan disekitarnya dan lebih tertarik bermain dengan gadgetnya sendiri sambil menghayal.

                Sebenarnya saya kepinginnya membahas sesuatu yang positif di blog ini, tapi ah! Biarlah.. saya lagi bosan membahas sesuatu yang positif hari ini.